Trump Sebut Perang dengan Iran Bakal Usai Tak Lama Setelah Pemilu Sela AS Digelar

Presiden AS Donald Trump memperkirakan perang dengan Iran akan berakhir tak lama setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026. Menurutnya, Teheran berupaya memengaruhi pemungutan suara tetapi tak akan mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi AS. Pemilu sela ini akan memperebutkan 435 kursi DPR, 35 kursi Senat, dan 39 kursi gubernur.

Oct 05, 2026 - 09:37
Updated: 21 hours ago
0 0
Trump Sebut Perang dengan Iran Bakal Usai Tak Lama Setelah Pemilu Sela AS Digelar
Trump Sebut Perang dengan Iran Bakal Usai Tak Lama Setelah Pemilu Sela AS Digelar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi perang dengan Iran akan berakhir tidak lama setelah pemilihan paruh waktu AS digelar. Pernyataan itu disampaikannya dengan alasan Teheran berusaha memengaruhi jalannya pemungutan suara, namun dinilai tidak akan sanggup bertahan lebih lama di tengah tekanan ekonomi yang terus diberikan AS.

"Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilihan karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Mereka sangat ingin mencoba memengaruhi pemilihan," ujar Trump kepada wartawan sebelum bertolak ke Konvensi Nasional Partai Republik di Dallas, Rabu (9/9), seperti dikutip dari Arab News.

Trump juga menyatakan harga minyak akan turun tepat setelah pemilihan berlangsung. Meski demikian, ia mengakui bahwa pembicaraan diplomatik dengan Iran masih mungkin dilakukan, tetapi bukan menjadi pilihan utama saat ini. "Ya, negosiasi mungkin saja terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang sedang kami pertimbangkan," kata Trump.

Pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026. Dalam kontestasi ini, sebanyak 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 35 dari 100 kursi Senat, serta 39 posisi gubernur akan diperebutkan.

Pemilu sela tersebut menjadi ujian besar bagi dua partai politik yang tengah berada dalam masa transisi, sekaligus menguji agenda masa jabatan kedua Presiden Trump. Hasilnya akan menentukan keseimbangan kekuasaan di Washington, memengaruhi kemampuan pemerintahan dalam menjalankan roda pemerintahan, seberapa besar pengaruh anggota parlemen oposisi, serta risiko-risiko yang menyertainya, sebagaimana dikutip dari laman Chatham House.

Tantangan hukum dan potensi campur tangan dalam pemilu dapat memunculkan berbagai kemungkinan hasil. Namun, hasil pemilu ini juga akan memberikan indikasi awal mengenai perdebatan, pencalonan, dan narasi yang kemungkinan besar akan menentukan persaingan menuju Gedung Putih pada tahun 2028.

Bagi Iran, pemilu sela ini menjadi sorotan tersendiri karena berpotensi mengubah peta politik domestik Amerika Serikat dan melemahkan posisi politik kubu Presiden Donald Trump, seperti dikutip dari Foreign Policy.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User