Viral Anggota Kartel Narkoba Kolombia dan Meksiko Disebut Ikut Perang Bela Ukraina

Anggota kartel narkoba Kolombia dan Meksiko viral di media sosial karena diduga bergabung dengan tentara bayaran Ukraina untuk melawan Rusia. Mereka disebut masuk ke Legion Internasional Ukraina demi mendapat pengalaman drone. Presiden Kolombia Gustavo Petro sebelumnya menyebut sekitar 7.000 warganya berperang di Rusia dan Ukraina demi uang.

Oct 06, 2026 - 12:02
Updated: 18 hours ago
0 0
Viral Anggota Kartel Narkoba Kolombia dan Meksiko Disebut Ikut Perang Bela Ukraina
Viral Anggota Kartel Narkoba Kolombia dan Meksiko Disebut Ikut Perang Bela Ukraina

Anggota kartel narkoba asal Kolombia dan Meksiko menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah muncul dugaan bahwa mereka bergabung dengan pasukan tentara bayaran Ukraina untuk memerangi Rusia. Mereka disebut masuk ke dalam Legion Internasional Ukraina dengan tujuan utama memperoleh pengalaman mengoperasikan drone.

Isu ini mencuat seiring meningkatnya penggunaan drone di medan perang Ukraina. Sejumlah laporan menyoroti bagaimana jaringan kriminal memanfaatkan konflik tersebut untuk mendapatkan pengalaman perang, demikian dikutip dari Al Jazeera, Selasa (6/10).

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang mengenakan seragam tentara lengkap dan tampak berada di tengah hutan. Beberapa di antara mereka meneriakkan yel-yel, antara lain "Hidup Ukraina!", "Hidup Meksiko!", "Hidup Kolombia!", dan "Hidup Panama!".

Rekaman tersebut salah satunya diunggah oleh netizen @VivoenMarte2 pada pekan lalu. Dalam unggahannya, netizen itu menulis bahwa tentara bayaran atau personel militer Amerika Latin yang berpartisipasi dalam perang di Ukraina mengirim salam kepada Kartel Generasi Baru Jalisco dan La Chapizza dari Kartel Sinaloa.

Netizen tersebut juga menyebut kedua organisasi itu bergabung untuk melawan musuh bersama yang beroperasi di Meksiko, yakni Los Mayos-Cabreras. Menurutnya, keberadaan anggota kartel Meksiko yang bergabung dengan tentara bayaran Ukraina bukanlah hal baru.

Sebelumnya, sudah muncul laporan yang menyebut banyak warga Kolombia bergabung dengan tentara bayaran Ukraina. Presiden Kolombia sebelumnya, Gustavo Petro, sempat menegaskan bahwa setidaknya ada 7.000 warga negaranya yang berperang di Rusia dan Ukraina demi uang.

Pernyataan itu senada dengan investigasi media Ukraina, NV, pada tahun lalu yang menyebut sebanyak 7.000 warga Kolombia berperang membantu Kyiv sejak 2022. Hingga kini, fenomena keterlibatan warga Amerika Latin dalam perang Ukraina masih menjadi sorotan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User