Ukraina Ungkap WNI Asal Surabaya Tewas di Medan Perang, Sempat Jadi Sopir Taksi di Jakarta

Ukraina mengungkap WNI bernama Taufiq Muhammad asal Surabaya tewas hampir seketika dalam pertempuran pertamanya sebagai tentara bayaran Rusia di wilayah Donetsk. Sebelum ke Rusia, pria kelahiran Sorong itu sempat bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta. Kemenlu RI belum memberi konfirmasi atas laporan tersebut.

Oct 30, 2026 - 08:02
Updated: 1 day ago
0
Ukraina Ungkap WNI Asal Surabaya Tewas di Medan Perang, Sempat Jadi Sopir Taksi di Jakarta
Ukraina Ungkap WNI Asal Surabaya Tewas di Medan Perang, Sempat Jadi Sopir Taksi di Jakarta

Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina kembali mengungkap keberadaan warga negara Indonesia yang bergabung sebagai tentara bayaran Rusia. Kali ini, seorang WNI bernama Taufiq Muhammad asal Surabaya dilaporkan tewas di medan perang.

Dalam pernyataan resmi melalui situsnya, direktorat tersebut menyebut Taufiq tewas hampir seketika pada pertempuran pertamanya. Peristiwa itu terjadi saat pasukan Rusia berupaya bergerak maju dari permukiman Zelena Dolyna di wilayah Donetsk menuju Novoselivka dan Drobysheve.

Sebelum berangkat ke Rusia, Taufiq diketahui pernah bekerja sebagai pengemudi taksi di Jakarta dan manajer di sebuah perusahaan pertanian. Pria kelahiran 22 Mei 1978 di Kota Sorong itu juga memiliki pengalaman bekerja di Amerika Serikat serta mampu berbahasa Inggris.

CNNIndonesia.com telah meminta konfirmasi kepada Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, terkait laporan ini. Namun hingga berita ini terbit, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina memang rutin merilis bukti perekrutan tentara bayaran asing oleh Rusia. Menurut mereka, para tentara bayaran itu dijadikan umpan meriam oleh Moskow.

Sebelumnya, Ukraina juga mengeluarkan laporan intelijen yang salah satunya memuat delapan orang yang diduga WNI menjadi tentara bayaran Rusia. Laporan itu pertama kali diungkap Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina pada 27 Agustus melalui Telegram.

Menurut The New Voice of Ukraine, badan tersebut menyatakan telah memperoleh dokumen yang mengonfirmasi perekrutan tersebut. Kedelapan WNI itu berusia antara 29 hingga 47 tahun dan direkrut sebagai tenaga kerja murah setelah diiming-imingi gaji tinggi, tugas non-tempur, pemberian kewarganegaraan Rusia, serta tunjangan sosial menarik lainnya.

Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina menyebut orang-orang yang direkrut kebanyakan tidak tahu akan dikirim ke mana. Pola serupa, menurut mereka, sebelumnya juga digunakan terhadap warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka berakhir di garda depan tanpa pelatihan apa pun, dan beberapa tewas dalam beberapa minggu pertama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User