BRI Peringatkan Nasabah soal Modus Telepon Palsu yang Incar Kode OTP
BRI mengimbau nasabah mewaspadai voice phishing, modus penipuan lewat telepon yang mengaku petugas bank untuk mencuri data rahasia. Pelaku memancing korban dengan isu transaksi mencurigakan hingga meminta kode OTP. Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bank tidak pernah meminta PIN, password, User ID, OTP, atau CVV/CVC melalui telepon. Nasabah diminta segera mengakhiri panggilan mencurigakan dan memverifikasi lewat kanal resmi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengingatkan nasabah agar berhati-hati terhadap modus penipuan perbankan melalui panggilan telepon. Dalam aksi yang dikenal sebagai voice phishing atau vishing ini, pelaku berpura-pura menjadi petugas bank demi mengorek data pribadi dan informasi rahasia nasabah.
Modus tersebut melengkapi cara-cara lama seperti penyalahgunaan akun media sosial dan situs palsu yang mengatasnamakan bank. Lewat telepon, pelaku biasanya mengabarkan adanya transaksi mencurigakan atau rencana pemblokiran rekening dengan alasan keamanan. Dengan bahasa sopan dan meyakinkan, mereka berusaha membangun kepercayaan calon korban.
Pelaku juga sengaja menciptakan situasi mendesak agar nasabah mengikuti instruksi tanpa sempat memeriksa kebenaran informasi. Salah satu pola yang perlu diwaspadai adalah ketika penelepon mengaku menemukan transaksi mencurigakan, lalu menawarkan bantuan memblokir rekening sementara. Setelah itu, pelaku meminta kode one-time password (OTP) dengan dalih pengamanan rekening.
Kode OTP merupakan data rahasia yang tidak boleh diberikan kepada siapa pun karena dapat dipakai untuk mengakses rekening dan melakukan transaksi. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan perseroan terus memperkuat sistem keamanan sekaligus menggencarkan edukasi kepada nasabah untuk mengantisipasi perkembangan modus penipuan perbankan.
"BRI terus memperkuat sistem keamanan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi nasabah. Upaya tersebut disertai dengan edukasi secara berkelanjutan agar nasabah semakin cermat mengenali berbagai modus penipuan dan menjaga kerahasiaan data perbankan," ujar Dhanny dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10).
Dhanny menegaskan BRI tidak pernah meminta nasabah memberikan informasi rahasia perbankan melalui telepon maupun sarana komunikasi lainnya. Informasi yang dimaksud mencakup PIN, kata sandi, User ID, kode OTP, serta kode CVV/CVC kartu.
Untuk mencegah menjadi korban, nasabah diminta tidak pernah memberikan kode OTP, PIN, password, atau data rahasia perbankan kepada siapa pun, termasuk yang mengaku petugas bank. Nasabah juga perlu menghindari sikap terburu-buru saat menerima telepon soal transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, atau persoalan keamanan lainnya. Panggilan mencurigakan sebaiknya segera diakhiri dan kebenarannya diverifikasi secara mandiri melalui kanal resmi BRI.
Selain itu, nasabah dianjurkan memeriksa aktivitas rekening secara berkala melalui aplikasi BRImo dan mengaktifkan notifikasi transaksi. Jika telanjur memberikan informasi rahasia atau menemukan transaksi yang tidak dikenal, nasabah diminta segera melapor. Nasabah juga diimbau mengunduh dan memperbarui aplikasi hanya dari sumber resmi, serta tidak mengikuti tautan atau instruksi pemasangan aplikasi dari pihak yang mengatasnamakan BRI.
Informasi layanan BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id, Instagram @bankbri_id, X @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri, serta akun Facebook dan YouTube Bank BRI. Nasabah juga bisa menghubungi Contact BRI 1500017, WhatsApp Chat Sabrina 0812 1214 017, atau menu Pusat Bantuan pada aplikasi BRImo. "BRI senantiasa mengimbau nasabah untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan. Waspadai setiap komunikasi yang mengatasnamakan BRI, terutama apabila disertai permintaan data rahasia atau arahan untuk mengakses tautan tertentu. Pastikan seluruh informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BRI yang telah terverifikasi," pungkas Dhanny.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)