Laba Bank Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun, Efisiensi Operasional Jadi Kunci

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp45,5 triliun hingga September 2026, naik 20,7 persen secara tahunan. Pencapaian ini ditopang penyaluran kredit, transaksi digital, dan efisiensi operasional yang menurunkan biaya serta rasio CIR menjadi 36,1 persen.

Oct 24, 2026 - 00:01
Updated: 1 day ago
0
Laba Bank Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun, Efisiensi Operasional Jadi Kunci
Laba Bank Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun, Efisiensi Operasional Jadi Kunci

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menorehkan kinerja positif hingga kuartal III 2026. Laba bersih perseroan tercatat Rp45,5 triliun pada periode Januari-September 2026, tumbuh 20,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyatakan capaian tersebut ditopang oleh penyaluran kredit, peningkatan transaksi digital, serta perbaikan produktivitas operasional. Menurutnya, efisiensi menjadi salah satu faktor penting yang menjaga pertumbuhan laba tetap berkelanjutan.

Dari sisi biaya, Bank Mandiri mencatat penurunan biaya operasional secara bank only sebesar 9,03 persen secara tahunan menjadi Rp32,7 triliun hingga September 2026. Penurunan itu sejalan dengan perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio (CIR) yang kini berada di 36,1 persen, dibandingkan 43 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan bank juga ikut menguat. Pendapatan bunga tercatat Rp97,3 triliun atau tumbuh 7,08 persen secara tahunan, sementara pendapatan nonbunga meningkat 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun. Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tumbuh 6,2 persen menjadi Rp61,2 triliun, dan total pendapatan secara bank only naik 8,54 persen menjadi Rp90,6 triliun.

Novita menambahkan, meningkatnya aktivitas transaksi nasabah turut mendorong pendapatan perseroan, terutama dari layanan berbasis komisi atau fee-based income. "Kami terus memperkuat layanan untuk memenuhi lebih banyak kebutuhan transaksi nasabah. Pada saat yang sama, operasional kami juga semakin efisien. Kombinasi ini yang terus kami perkuat agar pertumbuhan laba tetap terjaga," ujarnya dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal III 2026, Jumat (23/10).

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026, tumbuh 16 persen secara tahunan. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp1.750,2 triliun atau meningkat 17,7 persen. Total aset perseroan hingga akhir kuartal III 2026 mencapai Rp2.404,1 triliun, naik 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto secara bank only tercatat 0,98 persen, membaik dari 1,03 persen pada September tahun lalu. Adapun rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah atau NPL coverage ratio mencapai 243 persen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User