BRI Kirim 270 Mesin Pompa Air ke Kalimantan Barat, Dandim Sanggau Sebut Sangat Berarti
BRI Peduli menyalurkan 270 unit mesin pompa air beserta perlengkapan pemadaman untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Landak dan Sanggau. Selain peralatan, BRI membagikan masker dan vitamin bagi warga terdampak kabut asap. Dandim 1204/Sanggau-Sekadau menilai bantuan itu sangat membantu tugas personel di lapangan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli menyalurkan 270 unit mesin pompa air untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Bantuan diserahkan pada Senin (12/10) dan menyasar sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Selain mesin pompa air atau alkon, BRI Peduli menyediakan perlengkapan penunjang pemadaman seperti selang hisap sepanjang lima meter, selang air, dan nosel yang dapat digunakan petugas sesuai kebutuhan di lapangan.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan, langkah ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, BRI berupaya hadir memenuhi kebutuhan penanganan karhutla, baik melalui peralatan bagi petugas maupun bantuan kesehatan bagi warga terdampak.
"Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla, baik melalui penyediaan peralatan bagi petugas maupun bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Kami berharap dukungan ini dapat membantu kelancaran upaya pemadaman, sekaligus meringankan dampak yang dirasakan warga agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari hingga kondisi berangsur pulih," ujar Dhanny.
BRI Peduli juga menyalurkan masker dan vitamin bagi masyarakat terdampak, terutama warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan. Bantuan kesehatan itu diharapkan mendukung daya tahan tubuh warga selama menghadapi paparan kabut asap.
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari penyebaran titik api, akses menuju kawasan kebakaran yang sulit dilalui kendaraan, hingga keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut menuntut kesiapan petugas dan ketersediaan sarana pemadaman yang memadai, terutama untuk menjangkau wilayah dengan kondisi geografis beragam.
Karhutla juga menimbulkan berbagai risiko bagi masyarakat, terutama kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan, mobilitas, hingga aktivitas ekonomi warga. Karena itu, pengendalian kebakaran membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.
Dandim 1204/Sanggau-Sekadau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya mengapresiasi bantuan mesin pompa air yang dinilai praktis dan mudah dimobilisasi. Menurutnya, tambahan sarana pemadaman itu dapat menunjang tugas personel dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan, terutama untuk titik api yang membutuhkan respons cepat.
"Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, khususnya dalam penanganan karhutla. Kami mengapresiasi kepedulian BRI yang turut mendukung upaya penanggulangan dampak asap karhutla di Kalimantan Barat," pungkasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)