Balita 2 Tahun Tewas Tenggelam 200 Meter dari Rumah, Ibu Hanya Sempat Mandi Sebentar

Muhammad Helmi, balita berusia dua tahun, ditemukan meninggal dunia tenggelam di sungai sekitar 200 meter dari rumahnya di Korong Toboh Baru, Padang Pariaman. Ia hilang saat ibunya mandi dan menitipkannya kepada sang nenek. Tim SAR gabungan menemukan jasad korban pada Sabtu pagi setelah pencarian intensif. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua akan pentingnya pengawasan terhadap anak balita.

Oct 24, 2026 - 08:02
Updated: 1 day ago
0
Balita 2 Tahun Tewas Tenggelam 200 Meter dari Rumah, Ibu Hanya Sempat Mandi Sebentar
Balita 2 Tahun Tewas Tenggelam 200 Meter dari Rumah, Ibu Hanya Sempat Mandi Sebentar

Duka menyelimuti keluarga Kambarudin dan Ramilis di Korong Toboh Baru, Nagari Toboh Gadang Timur, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Muhammad Helmi, buah hati mereka yang baru berusia dua tahun, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai pada Sabtu (24/10) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Jasad balita yang mengenakan singlet merah marun itu ditemukan berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. Lokasi rumah keluarga tersebut memang hanya berjarak sekitar 20 meter dari tepi sungai, sehingga aliran air menjadi ancaman yang sangat dekat dengan tempat tinggal mereka.

Peristiwa nahas ini bermula pada Kamis sore (22/10). Saat Ramilis hendak mandi, ia menitipkan Helmi sejenak kepada sang nenek. Namun, seusai mandi, sang ibu mendapati pintu rumah sudah terbuka lebar dan Helmi tidak lagi berada di dalam rumah. Dalam hitungan menit, musibah itu pun terjadi.

Sejak laporan darurat diterima, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD Padang Pariaman, Basarnas Kelas A Padang, TNI, Polri, pemerintah nagari, serta masyarakat sekitar langsung bergerak menyisir aliran sungai. Pencarian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kawasan pemukiman, hulu, hingga hilir sungai.

Operasi pencarian di air terpaksa dihentikan pada malam hari demi keselamatan tim. Meski demikian, pemantauan darat di tepi sungai terus berlanjut hingga melintasi pukul 01.00 dini hari. Keluarga dan warga sempat berharap keajaiban muncul sebelum kabar duka akhirnya memastikan pencarian berakhir pada Sabtu pagi.

"Jenazah korban ditemukan 200 meter dari kediamannya. Saat ini jenazah telah dibawa ke rumah duka," ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang Pariaman, Romer Makrius, kepada infosumbar pada Sabtu.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi setiap orang tua. Anak balita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tetapi belum memahami bahaya di sekitarnya. Hanya dibutuhkan beberapa detik dan beberapa langkah kecil bagi seorang anak untuk berada dalam situasi yang mengancam jiwa, terutama bagi keluarga yang tinggal dekat aliran sungai, jalan raya, atau sumur terbuka.

Musibah ini mengetuk kesadaran untuk selalu memastikan anak berada dalam jarak pandang dan jangkauan fisik, terlebih saat berpindah penanganan antaranggota keluarga. Warga sekitar juga diimbau saling menjaga dan tanggap jika melihat anak balita berjalan sendirian tanpa pendamping. Kepergian Helmi meninggalkan duka mendalam sekaligus pelajaran berharga agar orang tua tidak pernah lengah menjaga keselamatan buah hati.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User