Trump Sebut Pertahanan Udara Iran Lumpuh dalam 5 Menit, Serangan AS Kembali Terjadi

Militer AS kembali melancarkan serangan terbatas ke Iran, kali ini menyasar sistem pertahanan udara. Trump mengklaim operasi itu melumpuhkan pertahanan Iran hanya dalam lima menit. Iran melaporkan ledakan di Pulau Qeshm dan mengklaim menembak jatuh sejumlah drone AS, termasuk MQ-9 di Selat Hormuz. Serangan ini merupakan yang terbaru pekan ini setelah aksi serupa pada Senin (2/11).

Nov 07, 2026 - 08:01
Updated: 10 hours ago
0
Trump Sebut Pertahanan Udara Iran Lumpuh dalam 5 Menit, Serangan AS Kembali Terjadi
Trump Sebut Pertahanan Udara Iran Lumpuh dalam 5 Menit, Serangan AS Kembali Terjadi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS melancarkan serangan terbatas ke Iran pada Jumat (6/11). Serangan tersebut menyasar sistem pertahanan udara Iran.

Kepada wartawan di West Palm Beach, Florida, Trump mengklaim operasi militer itu berhasil melumpuhkan sistem anti-pesawat Iran dalam waktu singkat. "Mereka (Iran) membuat semacam alat anti-pesawat dan kami melumpuhkannya dalam waktu sekitar 15 menit, mungkin lima menit," ujarnya, Jumat (6/11) malam.

Meski demikian, Trump tidak merinci target maupun lokasi spesifik serangan tersebut. Pernyataannya juga tidak disertai keterangan resmi mengenai dampak operasi militer itu.

Dari pihak Iran, media pemerintah melaporkan terdengar dua suara ledakan di daerah Suza, Pulau Qeshm, pada Jumat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan sistem pertahanan udara mereka telah mencegat dan menghancurkan pesawat nirawak pengintai dan tempur MQ-1 di atas Pulau Qeshm pada hari yang sama. IRGC juga mengklaim menembak jatuh dua drone pengintai MQM-170.

Dalam laporan terpisah, IRGC mengeklaim telah menghancurkan drone MQ-9 milik AS di atas Selat Hormuz. Hingga kini belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Serangan ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian aksi militer AS terhadap Iran pekan ini. Sebelumnya, pada Senin (2/11), militer AS juga meluncurkan serangan terbatas ke Pulau Qeshm dan Hengam di sekitar Selat Hormuz.

Rangkaian serangan tersebut terjadi di tengah ancaman serangan besar AS ke Iran yang melibatkan Mother of All Bombs. Trump diprediksi akan melancarkan serangan besar itu pasca pemilu paruh waktu AS.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User