Ponpes Al-Khoziny Dibangun Ulang Usai Tragedi Ambruk, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026
Kementerian PU membangun kembali Ponpes Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, setelah gedung tiga lantai ambruk pada September 2025. Proyek di lahan 4.100 meter persegi ini mencakup asrama dan ruang pendidikan lima lantai serta masjid empat lantai berkapasitas 1.160 jamaah, dengan progres 98,77 persen dan target rampung Desember 2026.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah merampungkan pembangunan kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Proyek ini merupakan upaya pemulihan setelah gedung tiga lantai pesantren tersebut ambruk pada September 2025.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya fasilitas pendidikan yang layak untuk menunjang proses belajar dan pembentukan sumber daya manusia. "Fasilitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran dan pembentukan sumber daya manusia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10).
Pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny mencakup gedung asrama santri dan ruang pendidikan setinggi lima lantai, serta masjid empat lantai. Seluruh fasilitas itu dirancang terintegrasi dalam satu lingkungan pesantren, memadukan tempat tinggal, kegiatan belajar mengajar, dan pembinaan spiritual santri.
Secara keseluruhan, gedung pesantren diproyeksikan mampu menampung hingga 929 orang, terdiri atas santri jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah, serta para ustaz. Sementara ruang belajar mengajar disiapkan dengan kapasitas total 792 orang agar kegiatan pendidikan berjalan lebih optimal.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, Gusti Agung Ari Wibowo, menjelaskan bahwa masjid empat lantai di ponpes tersebut dirancang berkapasitas total 1.160 jamaah. Rinciannya, lantai pertama menampung 302 jamaah, sedangkan lantai kedua hingga keempat masing-masing 286 jamaah. "Kapasitas ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan bagi warga pesantren," ujar Ari.
Dari sisi keandalan bangunan, Ari menyebut pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny didukung dokumen Detail Engineering Design (DED) yang mencakup perencanaan struktur fondasi, termasuk tiang pancang dan pile cap, struktur atas, arsitektur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP).
Ruang lingkup pekerjaan meliputi penyiapan lahan, pemasangan tiang pancang, pengecoran fondasi dan pile cap, pembangunan struktur atas, pekerjaan arsitektur, pemasangan sistem MEP, hingga pengujian dan commissioning. "Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bangunan memenuhi persyaratan teknis dan kelayakan sebelum dimanfaatkan," kata Ari.
Proyek pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny dikerjakan di atas lahan seluas 4.100 meter persegi. Pekerjaan konstruksi dimulai pada Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 98,77 persen. Kementerian PU menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada Desember 2026, sehingga fasilitas pendidikan, asrama, dan masjid dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)