Anak Muda Dapat Bibit dan Pupuk Gratis, Kementan Buka Peluang Jadi Petani Modern
Kementerian Pertanian mendorong regenerasi petani dengan berbagai program, termasuk bantuan bibit dan pupuk gratis, pendidikan vokasi Polbangtan dan PEPI, serta pelatihan teknologi modern. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak anak muda memanfaatkan lahan keluarga dan komoditas perkebunan. Dukungan juga diberikan melalui prioritas 70 persen untuk anak petani dan bimbingan teknis di Sulawesi Selatan.
Regenerasi petani menjadi tantangan serius di tengah dominasi tenaga kerja usia senior di sektor pertanian. Untuk menjaga ketahanan pangan nasional, keterlibatan generasi muda dinilai semakin dibutuhkan, terutama dengan bekal teknologi dan pengelolaan usaha yang modern.
Kementerian Pertanian (Kementan) pun gencar mendorong anak muda terjun ke sektor ini. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda memanfaatkan dukungan pemerintah, mulai dari bantuan sarana produksi hingga pembiayaan. "Teman-teman yang masih muda, kalau ada orang tua, sepupu, atau keluarga yang punya lahan, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Silakan anak muda gunakan kesempatan ini. Negara sudah menyiapkan anggaran untuk membantu," ujar Amran beberapa waktu lalu.
Selain tanaman pangan, Amran menyebut sejumlah komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa, kopi, lada, dan pala memiliki potensi besar untuk dikembangkan generasi muda. "Silakan tanam kakao, kelapa, kopi, lada, pala, atau komoditas lainnya. Anggarannya sudah ada, biaya tanam hingga pengelolaan disiapkan negara. Anak muda silakan manfaatkan momentum ini," tambahnya.
Dukungan juga datang melalui jalur pendidikan. Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) meluncurkan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2026/2027. Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan, pendidikan vokasi pertanian harus menghasilkan lulusan yang siap mengembangkan sektor pertanian dengan inovasi dan teknologi. "Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan," ujar Idha.
Untuk memperluas akses, kebijakan penerimaan mahasiswa baru memberikan prioritas hingga 70 persen bagi anak petani. Selain jalur undangan bagi siswa SMK pertanian binaan dan anak petani, penerimaan juga dibuka melalui jalur prestasi, kerja sama dan tugas belajar, serta jalur umum.
Penguasaan teknologi menjadi kunci bagi petani masa depan. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan (BRMP Sulsel) menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas petani milenial di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada 26 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari petani milenial, kelompok Brigade Pangan, dan penyuluh pertanian itu membahas manajemen agribisnis, transparansi dan akuntabilitas usaha tani, serta teknologi budidaya padi metode PM-AAS. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan drone untuk pemetaan lahan, pemupukan presisi, dan efisiensi operasional.
Brigade Pangan didorong berperan sebagai pengelola lapangan yang membantu mengonsolidasikan lahan petani tradisional agar lebih produktif dan modern. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan juga mendorong petani milenial memanfaatkan mekanisasi pertanian, irigasi hemat air, hingga pemasaran digital.
Meski demikian, pengembangan petani muda tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan dan teknologi. Akses permodalan, pendampingan, dan sarana pendukung tetap diperlukan agar mereka mampu membangun usaha tani yang berkelanjutan dan berdaya saing. Dengan bekal tersebut, generasi muda berpeluang menjadi petani profesional sekaligus wirausaha pertanian yang menciptakan nilai tambah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)