Laba bank bjb Melonjak 37,3 Persen, Tembus Rp1,1 Triliun per September 2026
bank bjb mencatat laba bersih Rp1,1 triliun hingga September 2026, tumbuh 37,3 persen secara tahunan. Pencapaian ini ditopang strategi growth with quality, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko yang prudent, dengan total aset konsolidasi Rp219,7 triliun dan penyaluran kredit Rp142,3 triliun.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,1 triliun hingga September 2026. Angka ini naik 37,3 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut disampaikan dalam Earnings Call Triwulan III Tahun Buku 2026 di Bandung, Kamis (29/10), yang dihadiri investor dan analis pasar modal.
Menurut perseroan, capaian itu ditopang penerapan strategi growth with quality yang menekankan pertumbuhan bisnis secara selektif, penguatan dana murah, pengelolaan biaya dana, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta efisiensi operasional dan pengelolaan risiko. Sebagai entitas pengendali Grup bjb, bank bjb mencatat total aset konsolidasi Rp219,7 triliun per September 2026, dengan kontribusi perusahaan anak sebesar Rp44,9 triliun atau sekitar 20 persen.
Dari sisi penyaluran kredit, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp142,3 triliun, sedangkan kredit bank only sebesar Rp112,9 triliun. Outstanding kredit bank only meningkat Rp1,8 triliun secara kuartalan. Segmen konsumer masih mendominasi portofolio bank only dengan outstanding Rp74,4 triliun atau sekitar 66 persen, didukung produk digital KGB Pisan yang outstanding-nya mencapai Rp271,4 miliar, tumbuh 39,4 persen secara kuartalan dan melonjak 216,6 persen secara tahunan.
Portofolio kredit produktif juga menunjukkan pertumbuhan kuartalan. Segmen corporate naik Rp1 triliun atau 7 persen, sedangkan segmen commercial meningkat Rp495 miliar atau 4,2 persen. Ekspansi dilakukan secara selektif pada sektor aktivitas keuangan, pinjaman daerah, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. bank bjb juga melanjutkan implementasi Commercial Business Centre (CBC) untuk memperkuat tata kelola dan efektivitas penyaluran kredit.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp155,6 triliun, terdiri atas kontribusi perusahaan anak Rp31,4 triliun dan bank only Rp124,2 triliun. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 86,8 persen dan rasio dana murah (CASA) 44,9 persen. Untuk memperkuat pendanaan, bank bjb mendorong akuisisi nasabah, memperluas kerja sama payroll, dan meningkatkan transaksi melalui transformasi digital. Pembukaan rekening baru via kanal digital berada di kisaran 7.000 hingga 12.000 rekening per bulan.
Kualitas aset tetap dijaga melalui penguatan manajemen risiko. Hingga September 2026, rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,87 persen dan Loan at Risk (LAR) 9,92 persen. Perusahaan menyempurnakan proses underwriting, restrukturisasi kredit secara selektif, serta menerapkan portfolio guidelines dan kebijakan pricing sesuai profil risiko. Pendapatan bunga bersih tumbuh 1,8 persen secara tahunan, sementara pendapatan berbasis komisi mencapai Rp1,7 triliun.
Efisiensi operasional berhasil menekan beban sekitar 2 persen dan mendorong pertumbuhan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) lebih dari 5,5 persen secara tahunan. bank bjb juga membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) konservatif sebesar Rp692 miliar untuk mengantisipasi risiko portofolio kredit. Kombinasi penguatan pendapatan, efisiensi biaya, dan pengelolaan risiko menopang laba bersih Rp1,1 triliun.
Memasuki triwulan IV 2026, bank bjb akan melanjutkan strategi growth with quality dengan memperkuat dana murah, mengendalikan biaya dana, dan mengoptimalkan pertumbuhan kredit secara selektif. Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menegaskan konsistensi strategi dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja. Perusahaan berkomitmen menjalankan bisnis secara prudent dan transparan sesuai ketentuan regulator serta kepentingan nasabah, investor, dan pemangku kepentingan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)