Bauksit Rp600 Ribu per Ton Naik Jadi Rp50 Juta Usai Diolah, MIND ID Ungkap Rantai Nilainya
MIND ID mengungkap lonjakan nilai tambah bauksit lewat hilirisasi, dari sekitar US$40 per ton menjadi US$350 per ton saat diolah jadi alumina dan mencapai US$3.200 per ton ketika menjadi aluminium. Transformasi serupa diterapkan pada nikel menjadi feronikel dan material baterai. Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menegaskan investasi strategis sektor mineral harus memperkuat industri nasional dan memberi manfaat jangka panjang bagi ekonomi serta masyarakat.
MIND ID membeberkan dampak nyata hilirisasi mineral terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pada komoditas bauksit dan nikel. Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menyatakan pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium mampu mendongkrak nilai tambah mineral secara signifikan.
Perubahan nilai itu tergambar jelas dari perbandingan harga. Bauksit yang belum diolah dihargai sekitar US$40 per ton. Setelah diproses menjadi alumina, nilainya melonjak menjadi sekitar US$350 per ton. Angka itu melesat jauh ketika material tersebut diolah lebih lanjut menjadi aluminium, yakni mencapai sekitar US$3.200 per ton.
Menurut Dany, hilirisasi mineral bukan sekadar soal menaikkan harga jual. Langkah ini disebutnya sebagai strategi penting untuk memperkuat industri nasional sekaligus memaksimalkan manfaat ekonomi yang bisa dinikmati Indonesia.
Transformasi serupa juga dilakukan MIND ID pada komoditas nikel. Mineral tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti feronikel dan material baterai, yang memiliki peran strategis di pasar global.
Dany menekankan bahwa investasi strategis di sektor mineral harus dirancang untuk memberi manfaat jangka panjang, baik bagi perekonomian maupun masyarakat Indonesia. Menurutnya, pembangunan fasilitas baru bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
"Investasi strategis di sektor mineral bukan hanya tentang membangun fasilitas baru. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi tersebut memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," ujarnya dalam keterangan resmi MIND ID.
Dengan hilirisasi, Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai lebih tinggi. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi industri nasional di rantai pasok global sekaligus memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)