Pemilik Gym di Bali Usir Tentara IDF, Media Timur Tengah Soroti Aksi Tegas Ini

Media Timur Tengah menyoroti aksi pemilik gym di Ubud, Bali, yang mengusir tiga turis tentara IDF Israel karena dukungannya terhadap Palestina dan penolakan terhadap agresi di Gaza. Pemilik gym, Samir, merekam momen tersebut dan menegaskan tidak melayani warga Israel, terutama personel IDF, karena dianggap telah membunuh bayi-bayi di Gaza. Insiden ini memicu perdebatan dan ulasan negatif di Google.

Sep 06, 2026 - 23:37
Updated: 2 months ago
0
Pemilik Gym di Bali Usir Tentara IDF, Media Timur Tengah Soroti Aksi Tegas Ini
Pemilik Gym di Bali Usir Tentara IDF, Media Timur Tengah Soroti Aksi Tegas Ini

Aksi tegas seorang pemilik gym di Ubud, Bali, yang mengusir tiga turis berkewarganegaraan Israel dari tempat usahanya menjadi sorotan sejumlah media Timur Tengah. Peristiwa yang terjadi di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap agresi Israel di Gaza ini pun viral di media sosial setelah pemilik gym merekam momen pengusiran tersebut.

Media Turki, Anadolu Agency, menjadi salah satu yang pertama melaporkan kejadian ini. Dalam pemberitaannya, pemilik gym yang bernama Samir (32) itu terlihat langsung berhadapan dengan ketiga turis Israel dan dengan tegas menolak mereka memasuki fasilitasnya. Samir bahkan menyampaikan bahwa warga Israel, terutama personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF), tidak diterima di gym-nya, selaras dengan sikap Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina.

"Kalian bertugas di IDF, kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdebat. Saya tidak mau bicara dengan kalian. Kalian bahkan tidak diizinkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor berbeda. Bersyukurlah saya tidak melibatkan polisi," ucap Samir dalam rekaman yang beredar.

Anadolu Agency menggarisbawahi bahwa insiden ini terjadi di tengah meningkatnya boikot internasional terhadap personel angkatan bersenjata Israel buntut genosida di Gaza. Media asal Turki itu juga menyoroti fakta bahwa Indonesia, sebagai negara mayoritas Muslim terpadat di dunia, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan memberlakukan pembatasan ketat bagi pemegang paspor Israel.

Media Yordania, Roya News, juga melaporkan peristiwa yang berlangsung di Ubud ini dengan judul "Bali gym owner refuses to serve 'Israeli' military customers". Roya News mencatat bahwa kejadian ini merupakan bagian dari meningkatnya penolakan publik terhadap militer Israel karena agresi di Gaza.

Sementara itu, Al Jazeera dari Qatar turut mengabarkan peristiwa ini dan menyertakan keterangan Samir dalam video terpisah. Samir menjelaskan bahwa pengusiran tersebut dipicu oleh sikap kasar salah satu dari ketiga warga Israel terhadap stafnya. "Salah satu dari mereka sangat kasar terhadap staf kami. Saat saya bertanya kepada staf tersebut, dia menceritakan tentang mereka. Jadi saya menemui mereka dan bertanya dari mana mereka berasal," kata Samir.

Samir juga mengungkapkan alasannya merekam video pengusiran tersebut. Ia mengaku tahu bahwa orang Israel kerap berbohong dan ingin menjadikan rekaman itu sebagai bukti jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Benar saja, setelah kejadian itu, para warga Israel tersebut menulis ulasan buruk di laman Google gym-nya dengan menuduh Samir berlaku rasis. "Saya tahu mereka akan berbohong dan benar saja. Mereka memberi bintang satu di ulasan Google mengenai saya telah berlaku rasis karena agama mereka. Saya tidak sekalipun bicara tentang Yudaisme, kalian bisa melihatnya di video," ucap Samir menanggapi tuduhan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User