Badai Champi Hantam Taiwan, Hampir 1.000 Penerbangan Dibatalkan dan 1 Orang Tewas
Badai Champi melumpuhkan Taiwan sejak Kamis (22/10) dengan embusan angin hingga 191 km/jam. Sebanyak 262 penerbangan domestik dan 669 penerbangan internasional dibatalkan. Satu orang tewas dan 94 lainnya luka-luka, sementara hampir 1.300 warga dievakuasi dari daerah pegunungan. Peringatan embusan angin di atas 150 km/jam dikirim ke ponsel warga pesisir.
Badai besar Champi menerjang Taiwan sejak Kamis (22/10) waktu setempat dan membuat aktivitas di sejumlah wilayah nyaris terhenti. Badan Cuaca Pusat Taiwan (CWA) mencatat embusan angin badai itu mencapai 191 km/jam di dekat pusatnya. Champi bahkan pernah berstatus super topan dan disebut sebagai badai terkuat di Pasifik.
Menurut laporan CWA, pusat badai berada sekitar 320 km di sebelah timur ujung selatan Taiwan. Prakiraan lintasan menunjukkan Champi akan melintas tepat di lepas pantai timur laut Taiwan, lalu berbelok ke utara menuju pesisir China dan bergerak ke wilayah selatan Jepang.
Dampak badai ini terasa berat. Satu orang dilaporkan tewas dan 94 orang lainnya mengalami luka-luka di Taiwan. Pemerintah setempat menyatakan hampir 1.300 orang telah dievakuasi dari daerah pegunungan untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Pakar CWA Liu Pei Tng mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan badai mencapai daratan tidak bisa dikesampingkan. Menurutnya, hal itu bisa terjadi jika badai berhenti, berputar, atau bergerak tidak menentu saat mendekati Taiwan.
"Radius angin badai ini cukup luas, termasuk salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Jika badai melambat, angin kencang akan berdampak pada Taiwan dalam durasi yang lebih lama," ujar Liu.
Otoritas juga mengirim peringatan melalui ponsel ke kota-kota pesisir soal embusan angin yang melebihi 150 km/jam. Warga diimbau segera mencari tempat berlindung. Curah hujan diperkirakan mencapai hampir satu meter di wilayah pegunungan bagian utara, termasuk sekitar Taipei.
Di sektor transportasi, Kementerian Transportasi menyatakan seluruh 262 penerbangan domestik dan 669 penerbangan internasional dibatalkan pada Jumat. Dengan demikian, total ada 931 penerbangan yang tidak beroperasi. Layanan kereta cepat yang menghubungkan wilayah utara dan selatan tetap berjalan seperti biasa.
Di ibu kota Taipei, hujan disertai angin kencang masih terjadi. Transportasi umum, termasuk kereta bawah tanah, tetap beroperasi meski dengan layanan terbatas. Taiwan secara umum dikenal sangat siap menghadapi topan sehingga jumlah korban jiwa dapat ditekan. Badai seperti ini memang lebih sering terjadi pada musim panas, tetapi juga bisa melanda pada musim gugur. Sebelum mencapai Taiwan, topan tersebut diperkirakan lebih dulu melintasi Yonaguni, pulau berpenghuni paling barat milik Jepang di Prefektur Okinawa.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)