Pemerintah Kota Padang Sempurnakan Dossier untuk Masuk 10 Besar Kota Gastronomi Indonesia

Pemerintah Kota Padang menggelar rapat pleno untuk menyempurnakan dossier Kota Gastronomi sebelum diajukan ke UNESCO. Target awal adalah masuk 10 besar kota gastronomi Indonesia pada Agustus 2026. Tim pusat menyarankan penguatan aspek kesetaraan gender melalui peran Bundo Kanduang. Proses seleksi nasional akan dilanjutkan ke tingkat internasional pada 2027.

Jul 24, 2026 - 08:49
Updated: 3 months ago
0
Pemerintah Kota Padang Sempurnakan Dossier untuk Masuk 10 Besar Kota Gastronomi Indonesia
Pemerintah Kota Padang Sempurnakan Dossier untuk Masuk 10 Besar Kota Gastronomi Indonesia

Pemerintah Kota Padang terus mematangkan persiapan menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi dunia. Pada Kamis (23/7/2026), digelar Rapat Pleno Dossier Padang sebagai Kota Gastronomi bersama Tim Dossier Pusat di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang. Rapat ini menjadi tahapan penting dalam penyempurnaan dokumen nominasi sebelum diajukan ke seleksi nasional menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran. Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang Haris Satria, serta unsur akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media (ABCGM). Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari dan Gaura Mancacaritadipura, mengikuti rapat secara daring.

Fadly Amran menegaskan bahwa rapat pleno ini merupakan lanjutan pembahasan dossier Gastronomy City yang telah disusun. Tujuannya memastikan dokumen memenuhi seluruh aspek penilaian yang ditetapkan. "Rapat ini menjadi langkah penting untuk menyempurnakan dossier sebelum diajukan sebagai nominasi kota kreatif kepada UCCN. Alhamdulillah, seluruh stakeholder melalui kolaborasi ABCGM sudah terlibat, dan hari ini kita juga memperoleh berbagai masukan yang sangat baik untuk penyempurnaan dossier," ujar Fadly.

Penyempurnaan dilakukan dengan menyesuaikan substansi dokumen berdasarkan masukan dari tim asesor dan penilai. Pengajuan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi juga selaras dengan tema Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun 2026, yaitu "Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City." Jika lolos seleksi nasional, proses penilaian internasional dijadwalkan berlangsung pada 2027.

Tim Dossier Pusat melalui Indah Kartika Sari menyampaikan bahwa pengisian dossier Padang Gastronomy City telah mencapai 100 persen. Namun, masih diperlukan penyempurnaan agar dokumen memiliki keunikan dan nilai pembeda yang kuat. Salah satu masukan penting adalah penguatan aspek kesetaraan gender, termasuk peran Bundo Kanduang dalam pengembangan gastronomi sebagai identitas budaya Minangkabau.

Koordinator Dossier Padang, Haris Satria, mengungkapkan bahwa batas akhir pengumpulan dossier ke UCCN adalah 28 Juli 2026. Setelah itu, Tim Dossier Pusat akan melakukan verifikasi. Tahapan seleksi berikutnya meliputi pengumuman 10 besar kota Gastronomi Indonesia pada Agustus 2026, kemudian enam besar, hingga rekomendasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). "Tahapan selanjutnya, proses akan dikawal oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KNIU untuk diajukan ke UNESCO pada tahun 2027," ujar Haris.

Fadly Amran berharap upaya ini membuahkan hasil positif dan memberikan dampak luas bagi pembangunan daerah. "Kita berharap Kota Padang dapat lolos seleksi nasional ini, sehingga cita-cita menjadikan Padang sebagai Gastronomy City di bawah UNESCO dapat terwujud. Hal ini tentu akan memberikan multiplier effect, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan event," tambahnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User