Partai Arab Israel Cetak Rekor 18 Kursi, Suara Warga Palestina Jadi Penentu di Knesset

Partai-partai Arab Israel diproyeksikan meraih 18 kursi di Knesset, tertinggi dalam sejarah, berkat partisipasi pemilih Arab yang mencapai sekitar 80 persen. Dengan blok oposisi dan Likud sama-sama 51 kursi, suara partai Arab berpotensi menjadi penentu kemenangan dan menghentikan kembalinya Netanyahu.

Oct 28, 2026 - 12:02
Updated: 2 days ago
0
Partai Arab Israel Cetak Rekor 18 Kursi, Suara Warga Palestina Jadi Penentu di Knesset
Partai Arab Israel Cetak Rekor 18 Kursi, Suara Warga Palestina Jadi Penentu di Knesset

Pemilu Israel mencatat sejarah baru setelah partai-partai Arab diproyeksikan meraih 18 kursi di Knesset, jumlah tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Data jajak pendapat yang dirilis Selasa (27/10) menunjukkan dua partai utama warga Arab Israel, Joint List dan Ra'am, berpotensi mengamankan 18 dari total 120 kursi parlemen.

Hasil survei juga memperlihatkan blok oposisi yang dipimpin Partai Yashar milik mantan Panglima Militer Israel Gadi Eisenkot dan blok Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sama-sama mengantongi 51 kursi. Kondisi ini membuat suara partai Arab berpeluang besar menjadi penentu kemenangan blok oposisi yang berseberangan dengan Netanyahu.

Pemimpin Ra'am, Mansour Abbas, berharap hasil akhir pemilu membuka jalan bagi blok anti-Netanyahu, termasuk partainya, untuk meraih mayoritas 61 kursi. "Dengan jumlah suara yang kita miliki sekarang, tidak ada pemerintahan," ujar Abbas kepada Channel 12 Israel.

Lonjakan suara partai Arab tidak lepas dari tingginya partisipasi warga Arab Palestina di Israel. Menurut laporan Channel 12 Israel, partisipasi pemilih Arab diperkirakan mencapai sekitar 80 persen, melampaui rekor sebelumnya pada 1999. Anggota parlemen Arab, Ahmad Tibi, menyebut tempat pemungutan suara dipadati pemilih seperti belum pernah terjadi sebelumnya dan yakin partainya meraih kemenangan besar.

Warga Arab Palestina berjumlah sekitar 2,1 juta jiwa atau 20 persen dari total populasi Israel, dengan lebih dari 1 juta di antaranya ikut memberikan suara. Tingginya partisipasi ini didorong kondisi mereka di bawah pemerintahan Netanyahu dan blok sayap kanan yang dinilai semakin rasis.

Hampir semua partai oposisi Yahudi bersikeras tidak akan bersekutu dengan rekan-rekan Arab mereka, bahkan sebagian menolak menerima mereka sebagai pendukung eksternal pemerintah minoritas. Pemimpin Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, secara terbuka menyatakan permusuhan terhadap warga Palestina, sementara pemimpin Together, Naftali Bennett, khawatir mengecewakan pemilih Yahudi yang masih terguncang akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pemimpin Yesh Atid, Yair Lapid, juga enggan dibatasi tuntutan partai Arab.

Meski demikian, kelompok Arab Israel meyakini mandat baru bagi sayap kanan ekstrem menjadi ancaman eksistensial bagi komunitas mereka, terutama warga Palestina di wilayah pendudukan. Mereka menilai mencegah kembalinya Netanyahu adalah kewajiban yang harus diperjuangkan melalui segala cara politik yang tersedia.

Seperti disampaikan seorang anggota parlemen Arab kepada International Crisis Group, tujuan mereka adalah memperlambat pendarahan, dan pernyataan itu tidak dimaksudkan secara metaforis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User