Mulai 17 Agustus! BI Uji Coba Payment ID, Pantau Transaksi Rakyat

Bank Indonesia uji coba Payment ID berbasis NIK mulai 17 Agustus untuk pantau bantuan sosial dan transaksi keuangan secara real time.

Aug 2, 2025 - 17:48
 0
Mulai 17 Agustus! BI Uji Coba Payment ID, Pantau Transaksi Rakyat
Ilustrasi Payment ID

Bank Indonesia Siap Uji Coba Payment ID pada 17 Agustus 2025, Begini Dampaknya!

Jakarta – Menandai perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Bank Indonesia (BI) akan meluncurkan uji coba sistem baru bernama Payment ID pada tanggal 17 Agustus 2025. Namun, BI menekankan bahwa ini masih dalam tahap awal berupa uji coba terbatas, bukan peluncuran resmi secara nasional.

Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi BI, menjelaskan bahwa sistem Payment ID akan diuji dalam satu skenario khusus terlebih dahulu, yaitu untuk meningkatkan ketepatan dalam penyaluran bantuan sosial non-tunai. Hal ini merupakan bagian dari upaya memperkuat program perlindungan sosial (Perlinsos).

“Pelaksanaan ini masih dalam skema uji coba terbatas untuk satu use case. Kami akan evaluasi efektivitasnya sebelum diterapkan secara lebih luas,” ujar Ramdan.

Apa Itu Payment ID?

Payment ID adalah kode unik berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang akan merekam dan mengidentifikasi semua transaksi keuangan milik seseorang, baik melalui bank, e-wallet, hingga kanal pembayaran digital lainnya. Menurut Direktur Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dudi Dermawan, format kode ini terdiri dari sembilan karakter yang memadukan huruf dan angka.

Fungsinya tidak main-main. Ada tiga peran utama yang akan dijalankan oleh Payment ID:

  1. Mengidentifikasi profil pengguna secara spesifik.

  2. Mengotentikasi keabsahan setiap transaksi.

  3. Menghubungkan individu dengan seluruh riwayat transaksi keuangan secara mendetail.

Dengan begitu, seluruh aktivitas finansial—mulai dari penghasilan, belanja, pinjaman, investasi, bahkan praktik ilegal seperti judi online—dapat terpantau secara langsung.

Tahapan Penerapan Bertahap

Bank Indonesia tidak gegabah dalam penerapan sistem ini. Implementasi penuh akan dilakukan dalam dua tahap besar. Tahap awal, yang dipimpin langsung oleh BI (BI-led implementation), dijadwalkan dimulai pada tahun 2027. Kemudian, tahap kedua yang bersifat integratif dan kolaboratif lintas lembaga (integrated-led), akan berlangsung pada tahun 2029.

Keuntungan untuk Masyarakat dan Sektor Keuangan

BI menyebut Payment ID sebagai tonggak penting dalam pembangunan ekosistem keuangan digital yang lebih transparan dan terintegrasi. Data transaksi dari berbagai platform—bank, dompet digital, dan aplikasi keuangan—akan dikumpulkan dalam satu identitas unik.

“Payment ID ini akan menjadi penghubung utama yang menyatukan semua informasi transaksi. Dampaknya sangat besar untuk sistem keuangan nasional,” jelas Dudi.

Sistem ini juga akan sangat membantu dalam mencegah tindak kejahatan keuangan seperti pencucian uang, pendanaan terlarang, serta berbagai transaksi mencurigakan lainnya.

Perlindungan Data Pribadi Jadi Prioritas

Bank Indonesia memastikan bahwa semua proses yang berkaitan dengan Payment ID akan berjalan di bawah perlindungan hukum yang ketat. Akses terhadap data hanya diperbolehkan bagi pihak berwenang yang memiliki kerja sama resmi dengan BI, dan itu pun harus mendapatkan persetujuan dari pemilik data.

“Setiap pihak yang ingin mengakses informasi harus mengajukan permintaan melalui sistem resmi berbasis aplikasi. Kami menjamin perlindungan sesuai dengan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi,” ujar Dudi.

Terhubung Langsung ke Dukcapil

Untuk memastikan akurasi dan validitas data, sistem Payment ID akan disinkronkan langsung dengan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri. Salah satu fungsinya, jika pemilik Payment ID meninggal dunia, maka kode tersebut akan dinonaktifkan secara otomatis.

“Ketika seseorang telah meninggal, Payment ID-nya akan berhenti aktif, sehingga tidak dapat disalahgunakan,” tambah Dudi.

Kesimpulan

Peluncuran uji coba Payment ID oleh Bank Indonesia ini menjadi langkah awal dari sistem pembayaran masa depan yang lebih terintegrasi dan transparan. Walau implementasi penuh masih butuh waktu, inisiatif ini menunjukkan keseriusan BI dalam membangun infrastruktur keuangan digital yang canggih sekaligus aman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0