Mahasiswi Bung Hatta Juara Favorit Lomba Vlog Budaya 2025!

Fadhila Hauzani raih Juara Favorit Lomba Vlog Museum Adityawarman 2025 dengan tema kebencanaan dan pelestarian budaya.

Aug 2, 2025 - 12:36
 0
Mahasiswi Bung Hatta Juara Favorit Lomba Vlog Budaya 2025!
Fadhila Hauzani Mahasiswa PGSD Universitas Bung Hatta Raih Juara Favorit Lomba Vlog Museum Adityawarman 2025

Padang  – Prestasi membanggakan datang dari Universitas Bung Hatta. Salah satu mahasiswinya, Fadhila Hauzani dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), berhasil menyabet Juara Favorit dalam kompetisi Lomba Vlog Museum Adityawarman 2025, sebuah ajang kreatif yang mengusung tema “Kebencanaan dan Pelestarian Warisan Budaya”.

Pengumuman para pemenang dilangsungkan pada akhir Juli 2025, dan nama Fadhila muncul sebagai salah satu yang mencuri perhatian publik dan juri.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Museum Adityawarman sebagai bagian dari program edukasi publik yang bertujuan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap eksistensi museum sebagai pusat edukasi mengenai kebudayaan dan isu-isu kebencanaan. Museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sumber inspirasi dan pembelajaran bagi masyarakat modern.

Lomba vlog ini terbuka untuk pelajar dan mahasiswa se-Sumatera Barat, dengan tantangan utama menyampaikan pesan budaya dan kebencanaan melalui video singkat berdurasi maksimal tiga menit. Para peserta diminta untuk mengolah tema tersebut secara kreatif, menarik, dan edukatif agar mudah diterima penonton digital masa kini.

Vlog karya Fadhila Hauzani berhasil meraih hati dewan juri sekaligus publik. Ia unggul dalam aspek penyampaian pesan yang kuat dan mendalam, visualisasi yang menarik, kesesuaian dengan tema, serta orisinalitas ide yang dinilai segar dan inspiratif. Tak heran jika akhirnya ia dinobatkan sebagai pemenang Juara Favorit—kategori yang dipilih berdasarkan kombinasi penilaian juri dan hasil voting publik.

Atas capaian ini, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menyatakan bahwa keberhasilan Fadhila merupakan wujud nyata dari integrasi antara pendidikan formal dan pengembangan kompetensi literasi digital serta wawasan budaya. “Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan seperti ini sangat penting sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi juga mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kepedulian sosial,” ujar Prof. Diana.

Lebih lanjut, pihak kampus berharap agar pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, menggali potensi lokal, serta aktif terlibat dalam kegiatan positif yang mampu memberikan dampak kepada masyarakat. Tidak hanya berprestasi secara akademik, mahasiswa juga dituntut mampu menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan, budaya, dan sejarah bangsanya.

Museum Adityawarman sendiri telah rutin menggelar kegiatan edukatif seperti ini sebagai bagian dari misinya menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap budaya Minangkabau dan pentingnya mitigasi bencana. Mengingat Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah rawan bencana, edukasi berbasis budaya lokal menjadi sangat krusial.

Kemenangan Fadhila menjadi bukti bahwa generasi muda mampu berkontribusi aktif dalam pelestarian budaya dan edukasi kebencanaan, bahkan melalui media digital yang dekat dengan keseharian mereka.

Dengan semangat itu, semoga semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk berkarya dan menyuarakan pesan penting lewat platform digital secara positif dan membangun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0