MSCI Umumkan Lebih Cepat, Airlangga Sebut Pasar Modal Indonesia Dapat Tenggat Baru hingga 2027
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pengumuman MSCI yang dirilis lebih cepat dari perkiraan, yakni pada Oktober 2026 alih-alih November 2026. MSCI memberi tenggat lanjutan pada April dan Juni tahun depan. Airlangga menyebut pemerintah akan berkomunikasi dengan bursa dan menggelar pertemuan bersama OJK, BI, serta otoritas pasar modal untuk membahas dampaknya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara mengenai pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pasar modal Indonesia yang dirilis lebih cepat dari ekspektasi. Menurutnya, pengumuman tersebut berpotensi memengaruhi kondisi pasar di tengah tekanan yang sedang dialami, termasuk pelemahan rupiah hingga menyentuh level Rp18 ribu per dolar AS dan penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Airlangga menjelaskan bahwa pengumuman MSCI semula diperkirakan baru akan disampaikan pada November 2026. Namun, lembaga itu ternyata merilisnya lebih awal pada Oktober 2026 dan memberikan tenggat baru bagi Indonesia hingga tahun depan. "Tentu ada akibat daripada pengumuman MSCI. Tapi pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang katakanlah lebih cepat daripada ekspektasi. Yang sebetulnya mereka menjanjikannya di bulan November, tapi ini di Oktober," ujar Airlangga, Jumat (16/10).
Ia memaparkan bahwa MSCI memberikan tenggat lanjutan pada April dan Juni tahun depan. Menurut Airlangga, hal utama yang menjadi perhatian MSCI adalah implementasi regulasi dan langkah perbaikan yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia. MSCI menilai proses implementasi langkah-langkah tersebut membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan negara lain.
"Kalau kita lihat terkait dengan bidang implementasi daripada regulasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh pasar modal, ini kan mereka merasa periodenya agak panjang. Nah, tentu ini yang harus dijelaskan mengapa prosesnya membutuhkan waktu," kata Airlangga. Ia menambahkan bahwa proses tersebut perlu dijelaskan karena terdapat tahapan yang harus dilalui sebelum kebijakan atau regulasi dapat diterapkan.
Meski demikian, Airlangga menilai kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk mempercepat reformasi di pasar modal. Ia menegaskan reformasi harus dijalankan dengan progres yang dapat dilihat oleh investor, baik dari dalam maupun luar negeri. "Namun, ini menjadi catatan bagi kita ke depan bahwa reform itu harus dijalankan. Dan progresnya itu harus kelihatan, terutama progresnya harus kelihatan bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.
Airlangga memastikan pemerintah akan berkomunikasi dengan pihak bursa untuk mendorong langkah perbaikan konkret, termasuk penyusunan linimasa pelaksanaannya. Pemerintah juga akan menggelar pertemuan untuk membahas perkembangan dan dampak pengumuman MSCI tersebut. Pertemuan itu akan melibatkan pihak terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan otoritas pasar modal.
Saat ditanya mengenai rencana pertemuan tersebut, Airlangga mengatakan agenda itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat (16/10). Namun, ia belum merinci lokasi pertemuan. "Sudah ada. Ya, pokoknya hari ini, tempatnya nanti ditentukan pada saat bertemu," ujar Airlangga. Ia juga menyebut pemerintah telah memantau pertemuan antara MSCI dengan gubernur BI dan menteri keuangan sebelumnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)