Mantan Engineer Meta Bongkar Kebohongan Zuckerberg soal Keselamatan Anak di Medsos
Mantan safety engineer Meta, Arturo Béjar, bersaksi di pengadilan bahwa Meta dan Zuckerberg telah lama mengetahui bahaya produknya bagi anak-anak namun mengabaikannya. Ia mengaku telah memperingatkan Zuckerberg lebih dari 100 kali, termasuk soal konten predator seksual dan kekerasan. Meta membantah tuduhan dan mengklaim telah berupaya melindungi anak-anak.
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mantan insinyur keamanan senior Meta, Arturo Béjar, memberikan kesaksian mengejutkan dalam persidangan di Oakland, California. Ia menuduh perusahaan yang pernah menaunginya itu telah lama menyadari potensi bahaya produk mereka bagi anak-anak, namun dengan sengaja mengabaikannya demi keuntungan finansial.
Kesaksian ini disampaikan dalam sidang gugatan yang diajukan oleh 29 jaksa agung negara bagian AS. Mereka menuduh Meta secara sengaja merancang produk adiktif yang merugikan remaja dan anak di bawah 16 tahun, serta melanggar hukum dengan mengumpulkan data anak di bawah 13 tahun tanpa izin orang tua.
Béjar mengaku telah berulang kali memperingatkan CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengenai berbagai masalah yang ditemukannya. Peringatan tersebut mencakup rekomendasi algoritma yang justru meningkatkan konten dari predator seksual dan gambar-gambar kekerasan untuk pengguna muda. Ia bahkan mengirim email langsung kepada Zuckerberg sejak tahun 2021, namun tidak pernah mendapat tanggapan.
"Saya merasa bahwa dia menciptakan kesan yang salah dan menyesatkan tentang komitmen Facebook terhadap anak muda," ungkap Béjar dalam kesaksiannya, seperti dilansir The Guardian pada 19 Agustus.
Selama dua hari persidangan, Béjar juga mengungkapkan bagaimana Meta sangat bergantung pada iklan untuk menghasilkan uang. Fitur seperti infinite scroll dirancang untuk membuat pengguna betah berlama-lama di platform, yang pada akhirnya meningkatkan jumlah tayangan iklan dan pendapatan perusahaan.
"Ketika pengguna scrolling, semakin banyak tayangan yang Anda dapatkan, semakin banyak iklan yang Anda jual, dan semakin banyak pendapatan yang Anda hasilkan," jelas Béjar.
Persidangan yang dimulai sejak Selasa ini diperkirakan berlangsung setidaknya enam minggu. Zuckerberg dan CEO Instagram Adam Mosseri dijadwalkan menjadi saksi, bersama para eksekutif lain serta ahli kesehatan mental dan kecanduan anak. Sejumlah dokumen internal dan email Meta telah dirilis sebagai bukti di pengadilan.
Meta membantah semua tuduhan tersebut. Pengacara perusahaan, Paul Schmidt, mengakui adanya kemungkinan seseorang mengalami masalah akibat media sosial, namun menegaskan bahwa Meta telah berupaya mengatasi risiko dengan tidak mengizinkan anak-anak mendaftar akun dan telah menonaktifkan lebih dari 1 juta akun pengguna di bawah usia 13 tahun.
Jika terbukti bersalah, Meta menghadapi risiko besar berupa ganti rugi hingga $200 miliar (Rp3,55 kuadriliun), jumlah yang setara dengan pendapatan tahunan mereka.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)