Kader PDIP Ingin Hasto Kembali Sekjen, Mega Belum Putuskan

PDIP mendengar aspirasi agar Hasto Kristiyanto kembali jadi Sekjen, tapi Megawati tetap mengambil alih posisi itu setelah amnesti dan Kongres.

Aug 3, 2025 - 20:40
 0
Kader PDIP Ingin Hasto Kembali Sekjen, Mega Belum Putuskan
Politisi PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli.

Peluang Hasto Kembali Jadi Sekjen PDIP: Loyalitas Dipuji, Keputusan di Tangan Megawati

Bali - Kongres VI PDIP yang berlangsung di Bali pada awal Agustus 2025 membuka babak baru kekuatan internal partai. Meskipun ada suara dari kader yang ingin Hasto Kristiyanto kembali menempati posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen), struktur pengurus baru tetap saja tidak mencantumkan namanya. Semua keputusan akhirnya berada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Guntur Romli: Kader Ingin Hasto Kembali sebagai Sekjen karena Loyalitas

Politikus PDIP Guntur Romli mengatakan, belakangan banyak kader yang secara terbuka menyuarakan harapan agar posisi Sekjen bisa kembali diduduki oleh Hasto Kristiyanto. Alasan utamanya: kesetiaan yang telah terbukti kepada Megawati dan visi partai.

“Keinginan itu tentu saja ada, apalagi loyalitas Mas Hasto kepada Ibu Ketua Umum, 100 persen,” ujar Guntur Romli saat berbicara dari lokasi Kongres di Bali.

Namun, Guntur juga menegaskan bahwa hak prerogatif keputusan tetap milik Megawati sebagai Ketum. Bila kemudian Megawati memandang Hasto cocok ditempatkan kembali, itu pun murni atas kebijaksanaan beliau sebagai pucuk pimpinan partai.

Nama Hasto Tak Masuk Struktur Baru, Megawati Rangkap Sekjen

Dalam Kongres VI yang digelar di Bali pada 1–3 Agustus 2025, Megawati secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP PDIP untuk periode 2025–2030. Namun yang mengejutkan, beliau juga memegang jabatan Sekjen partai, padahal posisi tersebut sebelumnya dikuasai oleh Hasto Kristiyanto. Penunjukan Megawati sendiri sebagai Sekjen seolah mengambil alih posisi yang kosong atau sengaja tidak diisi untuk sementara.

Absennya Hasto dalam struktur baru menjadi sorotan publik. Meski sempat menghadiri Kongres saat pembebasannya, dia tidak dilantik dan namanya tidak tercantum dalam susunan DPP. Ini menandakan bahwa penempatan jabatan baru untuk Hasto masih terbuka, namun belum diumumkan secara resmi.

Amnesti yang Membuka Peluang: Hasto Bebas Usai Dapat Pengampunan

Hasto Kristiyanto sebelumnya divonis hukuman penjara selama 3,5 tahun oleh pengadilan Tipikor atas kasus suap terkait PAW anggota DPR. Namun pada Jumat malam, 1 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti melalui persetujuan DPR, sehingga Hasto resmi dinyatakan bebas.

Langkah ini membuka kemungkinan Hasto kembali aktif di struktur partai. Ia tiba di Bali untuk menghadiri Kongres sehari setelah dibebaskan. Para kader menyambutnya meriah, dan Megawati tampak meneteskan air mata saat Hasto naik ke panggung dan mencium tangan beliau dalam momen haru yang menjadi viral.

Komarudin Watubun & Ganjar: Megawati Punya Pertimbangan Matang

Ketua SC Kongres, Komarudin Watubun, menjelaskan bahwa jabatan Sekjen yang kini dirangkap Megawati terjadi karena PDIP belum menemukan figur yang dianggap tepat menggantikan Hasto. Megawati dipandang membutuhkan waktu dan pertimbangan ekstra sebelum mengisi kursi tersebut.

Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDIP bidang pemerintahan, menilai komposisi baru menunjukkan kepercayaan Megawati terhadap kader lama yang telah terbukti loyal dan kompeten. Ia juga menolak mengomentari lebih lanjut potensi masa depan Hasto di partai karena keputusan akhir tetap ada di Megawati.

Adi Prayitno: Sulit Temukan Sosok Sekjen Pengganti

Pengamat politik dari Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai bahwa penetapan Megawati sebagai Sekjen sementara jadi sinyal bahwa PDIP belum menemukan figur yang pantas menjabat. Calon ideal harus bisa menerjemahkan visi partai sekaligus keinginan Megawati secara konsisten—tugas yang tak mudah bagi siapa pun.

Adi menambahkan, dinamika internal, tarik-menarik kepentingan, dan timing politis menjadi faktor rumit dalam penentuan sosok Sekjen berikutnya. Namun ia menyadari bahwa segala keputusan itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif Megawati.

Atmosfer Kongres dan Soliditas Internal PDIP

Kongres VI PDIP berlangsung tertutup namun ketat pengamanannya. Guntur Romli tampak mondar-mandir di lokasi dan menyatakan banyak kader yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Megawati tentang posisi Hasto. Namun, tidak pernah ada pengumuman resmi mengenai penambahan nama baru dalam struktur pengurus.

Dalam suasana penuh haru, Megawati kembali menegaskan bahwa PDIP akan tetap menjaga soliditas, mendukung pemerintahan yang sah, sambil tetap kritis terhadap kebijakan jika perlu. Ini menunjukkan konsistensi internal dan fokus membangun partai yang kuat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0