Iran Olok Ancaman Trump: D-Day Ekonomi Cuma Pengalihan Krisis Utang AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi ancaman operasi ekonomi paling menghancurkan dari Presiden AS Donald Trump. Lewat unggahan di X, Araghchi menyebut kebijakan itu sebagai pengalihan dari krisis utang dan lonjakan bunga yang dihadapi Amerika. Trump mengancam negara mana pun yang membantu Iran akan mendapat konsekuensi ekonomi besar, setelah tenggat negosiasi damai berakhir 17 Agustus.

Sep 10, 2026 - 00:38
Updated: 2 months ago
0
Iran Olok Ancaman Trump: D-Day Ekonomi Cuma Pengalihan Krisis Utang AS
Iran Olok Ancaman Trump: D-Day Ekonomi Cuma Pengalihan Krisis Utang AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi merespons keras ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berjanji melancarkan operasi ekonomi paling menghancurkan terhadap Teheran. Melalui unggahan di media sosial X, Araghchi menilai ancaman tersebut justru sebagai kebijakan gagal yang hanya akan membawa kekalahan lebih lanjut bagi Washington.

Araghchi menyebut apa yang digaungkan Trump sebagai D-Day Ekonomi tidak lebih dari pengalihan isu dari persoalan domestik Amerika. Menurutnya, Negeri Paman Sam tengah bergulat dengan utang yang belum pernah terjadi sebelumnya serta lonjakan biaya bunga.

"Apa yang disebut sebagai D-Day Ekonomi hanyalah pengalihan isu dari krisis yang dihadapi Amerika sendiri: utang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan lonjakan biaya bunga," ujar Araghchi pada Kamis (20/8), seperti dikutip AFP.

Ia menegaskan bahwa memaksakan kebijakan yang gagal hanya akan mendatangkan kekalahan lebih lanjut serta kebencian dari rakyat Iran. Araghchi juga menyoroti dampak kebijakan tersebut yang dinilainya sebagai teror ekonomi.

Menurut Araghchi, teror ekonomi AS bukan hanya mengancam Iran, tetapi juga dunia. Ia menilai kedaulatan seluruh negara akan menjadi taruhannya.

"Terorisme ekonomi AS mengancam ekonomi global dan kedaulatan di seluruh dunia," ujarnya.

Ancaman Trump sendiri disampaikan melalui unggahan di Truth Social pada Rabu (19/8). Ia mengumumkan akan melancarkan operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah ada terhadap Iran, dengan klaim berskala sangat besar.

"Ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Trump. Ia juga memperingatkan negara mana pun yang berani membantu Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar.

"Negara mana pun yang membiarkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan apa pun yang menjadi penopang hidup bagi Iran, akan menghadapi Konsekuensi Ekonomi yang sangat besar," tegasnya.

Ketegangan AS dan Iran kembali memanas setelah tenggat waktu negosiasi damai kedua negara resmi berakhir pada 17 Agustus. Batas waktu itu diatur dalam nota kesepahaman yang diteken pada Juni lalu. Kedua pihak saling keras kepala dan menuntut masing-masing mematuhi syarat negosiasi, bahkan saling mengancam akan memperluas perang, dengan AS menargetkan Oman dan Iran menargetkan Eropa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User