Ibu 55 Tahun Datangi Job Fair Jakarta, Cari Kerja untuk Dua Anak Sarjana yang Masih Menganggur

Desi Sulasmi Bahri, ibu berusia 55 tahun, mendatangi job fair Pemprov DKI Jakarta untuk mencari lowongan bagi dua anaknya yang sarjana namun masih menganggur. Ia menilai persaingan kerja kini jauh lebih berat dibanding masanya, meski anaknya punya pengalaman dan kemampuan bahasa Inggris dengan skor TOEFL hampir 600.

Oct 23, 2026 - 08:01
Updated: 8 hours ago
0
Ibu 55 Tahun Datangi Job Fair Jakarta, Cari Kerja untuk Dua Anak Sarjana yang Masih Menganggur
Ibu 55 Tahun Datangi Job Fair Jakarta, Cari Kerja untuk Dua Anak Sarjana yang Masih Menganggur

Seorang ibu berusia 55 tahun, Desi Sulasmi Bahri, rela mendatangi bursa kerja atau job fair yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kedatangannya bukan untuk melamar kerja bagi diri sendiri, melainkan membantu kedua anaknya yang hingga kini belum mendapatkan pekerjaan meski sama-sama bergelar sarjana.

Desi mengaku kesulitan menemukan lowongan yang cocok untuk kedua anaknya. Anak pertamanya berusia 30 tahun dan merupakan sarjana ekonomi pembangunan. Ia baru saja mengakhiri kontrak kerja sekitar enam bulan lalu. Sementara anak keduanya berusia 26 tahun dan juga masih mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.

Menurut Desi, pengalaman mencari kerja yang dialami anak-anaknya kini jauh berbeda dengan pengalamannya saat pertama kali masuk dunia kerja. Dahulu, mendapatkan pekerjaan terasa lebih mudah. Kini, persaingan dinilai semakin ketat dan berat.

"Saya merasakan sendiri 25 tahun susah, susah banget. Karena saingannya banyak. Padahal jurusan bagus, pengalaman punya," ujar Desi saat ditemui di Job Fair Pemprov DKI Jakarta, Jumat (23/10).

Desi menuturkan, anak pertamanya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dengan skor TOEFL hampir 600. Anak tersebut juga pernah bekerja secara remote untuk perusahaan asing yang berpusat di Jerman dan Dubai. Namun, setelah kontraknya berakhir, ia kembali harus mencari pekerjaan dan kini ingin bekerja di Jakarta agar bisa bersosialisasi serta membangun karier di perusahaan yang beroperasi di Indonesia.

Meski memiliki pengalaman dan keterampilan, hal itu menurut Desi belum membuat proses mencari kerja menjadi lebih mudah. Anak bungsunya pun masih berusaha mendapatkan pekerjaan setelah lulus sarjana. Karena itu, Desi berinisiatif mendatangi job fair untuk melihat peluang dan informasi lowongan yang mungkin sesuai bagi kedua anaknya.

Desi mengaku terus memberikan dukungan kepada anak-anaknya ketika mereka belum berhasil mendapatkan pekerjaan. Baginya, orang tua perlu mendampingi anak dalam menghadapi proses pencarian kerja yang tidak selalu mudah. "Kasih support apa aja. Walaupun gagal dia, saya kasih support," katanya.

Ia juga menilai persaingan pencari kerja saat ini semakin berat karena banyaknya pelamar yang memperebutkan kesempatan kerja. Desi berharap pemerintah dapat membuka lebih banyak peluang agar masyarakat usia produktif bisa terserap di dunia kerja. "Pokoknya saya ingin usia-usia produktif Indonesia diisi oleh tenaga kerja yang produktif juga. Anak-anak muda jangan sampai ada yang menganggur. Itu adalah PR-nya buat pemerintah," ujarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User