Hukuman Seumur Hidup dan Denda Rp37 Triliun, Ini Deretan Dosa Bos Evergrande
Pendiri Evergrande, Hui Ka Yan, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan penyitaan aset oleh pengadilan China. Ia terbukti bersalah atas delapan dakwaan, termasuk manipulasi laporan keuangan, penipuan penggalangan dana, dan penyuapan. Evergrande dan anak usahanya didenda total lebih dari Rp37 triliun. Kasus ini menjadi sorotan karena utang Evergrande yang mencapai US$300 miliar dan dampaknya terhadap krisis properti China.
Pengadilan China menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Hui Ka Yan, pendiri raksasa properti Evergrande Group, pada Kamis (20/8). Selain hukuman penjara, seluruh aset pribadi Hui juga disita setelah ia dinyatakan bersalah dalam kasus kejahatan keuangan yang mengguncang perekonomian China.
Hui mengaku bersalah atas delapan dakwaan berat dalam persidangan pada April 2026. Dakwaan tersebut mencakup penyalahgunaan dana, penipuan penggalangan dana, penghimpunan dana publik secara ilegal, penyaluran pinjaman ilegal, penerbitan sekuritas palsu, hingga penyuapan. Hakim menyatakan bahwa tindakan kriminal Evergrande, Hengda Real Estate, dan Hui melibatkan dana sangat besar, menyebabkan kerugian ekonomi signifikan dan dampak sosial serius.
Selain menghukum Hui, pengadilan menjatuhkan denda 8,82 miliar yuan (sekitar US$1,31 miliar) kepada Evergrande dan 7 miliar yuan (sekitar US$1 miliar) kepada Hengda Real Estate, anak usaha utamanya. Total denda mencapai lebih dari Rp37 triliun jika dikonversi dengan kurs sekitar Rp17.650 per dolar AS.
Kasus ini menjadi sorotan karena Evergrande memiliki kewajiban utang lebih dari US$300 miliar atau sekitar Rp5.294 triliun. Runtuhnya Evergrande pada 2021 menjadi salah satu pemicu utama krisis berkepanjangan di sektor properti China. Hui mendirikan Evergrande pada 1996 dan sempat menjadi orang terkaya di Asia dengan kekayaan US$45,3 miliar pada 2017, namun kerajaan bisnisnya runtuh akibat krisis likuiditas.
Pengadilan Hong Kong memerintahkan likuidasi Evergrande pada 2024, dan sahamnya dihapus dari bursa. Krisis ini berdampak luas pada pasar properti dan keuangan China, merugikan investor obligasi global, perbankan domestik, serta ribuan pembeli rumah dan investor ritel.
Pada hari yang sama, pengadilan juga menjatuhkan hukuman penjara enam hingga 18 tahun kepada lima eksekutif senior Evergrande. Media pemerintah CCTV melaporkan total 56 orang terkait skandal Evergrande menerima vonis.
Salah satu kasus terbesar adalah manipulasi laporan keuangan. Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC) menuduh Hengda menggelembungkan pendapatan hingga US$78 miliar pada 2019-2020. Evergrande didenda 4,175 miliar yuan, sementara Hui didenda 47 juta yuan dan dilarang seumur hidup memasuki pasar saham.
Hui juga terbukti bersalah atas penipuan penggalangan dana, penghimpunan dana publik ilegal, penyalahgunaan dana, penyaluran pinjaman ilegal, penerbitan sekuritas palsu, dan penyuapan. Pengakuan bersalahnya disampaikan dalam persidangan April 2026, dan Xinhua mencatat bahwa Hui menyampaikan penyesalan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)