Houthi Kembali Gempur Bandara dan Fasilitas Minyak Arab Saudi, Kenapa Riyadh Selalu Kewalahan?

Milisi Houthi Yaman kembali menyerang Arab Saudi dengan menyasar Bandara Internasional King Fahd di Dammam dan sejumlah fasilitas minyak. Serangan ini menambah daftar panjang eskalasi yang membuat Riyadh kewalahan, terutama karena Houthi memiliki rudal balistik, rudal jelajah, dan drone canggih yang mampu menjangkau target di seluruh Teluk.

Oct 12, 2026 - 08:02
Updated: 23 hours ago
0 0
Houthi Kembali Gempur Bandara dan Fasilitas Minyak Arab Saudi, Kenapa Riyadh Selalu Kewalahan?
Houthi Kembali Gempur Bandara dan Fasilitas Minyak Arab Saudi, Kenapa Riyadh Selalu Kewalahan?

Milisi Houthi dari Yaman kembali melancarkan serangan terhadap Arab Saudi. Otoritas Saudi melaporkan bahwa Bandara Internasional King Fahd di Dammam, wilayah timur negara itu, menjadi sasaran pada Minggu (11/10) malam. Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke dua bandara Saudi dan sejumlah fasilitas minyak milik kerajaan.

Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) menyatakan sedang meninjau kerusakan dan melakukan pemeriksaan keselamatan di Bandara Internasional King Fahd bersama instansi terkait. GACA belum merinci ada tidaknya korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat insiden tersebut. Lembaga itu hanya menyebut serangan terjadi di tengah gelombang serangan berkelanjutan terhadap fasilitas penerbangan sipil di Arab Saudi.

Serangan terbaru ini bukan yang pertama. Pada September lalu, Houthi juga menyasar Riyadh dan fasilitas minyak di Yanbu. Aksi tersebut menandai eskalasi besar setelah konflik kedua pihak kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim pihaknya menembakkan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan drone ke sejumlah lokasi sensitif di Riyadh.

Pertanyaan yang kemudian muncul, mengapa serangan-serangan Houthi selalu merepotkan Arab Saudi? Laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington yang diterbitkan Arab News pada 2021 pernah menganalisis hal ini. Menurut laporan tersebut, Houthi sedang mengorganisir kampanye perang gerilya yang semakin intensif terhadap Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya dengan menggunakan rudal jelajah dan balistik canggih, UAV atau drone, serta senjata jarak jauh lainnya.

CSIS mempelajari total 4.103 serangan dari dalam Yaman terhadap lokasi di Arab Saudi, termasuk target maritim dan lainnya, antara 1 Januari 2016 dan 20 Oktober 2021. Temuan mereka menunjukkan jumlah serangan Houthi per bulan terhadap Arab Saudi dan target lainnya meningkat dua kali lipat selama sembilan bulan pertama tahun 2021 dibandingkan periode yang sama pada 2020. Houthi dinilai kini memiliki beragam rudal jelajah dan balistik, UAV, dan senjata jarak jauh lain yang mampu menyerang target di seluruh Teluk bahkan di luarnya.

Laporan CSIS juga menyoroti salah satu cara Washington dapat terus mendukung Kerajaan Arab Saudi, yakni dengan memastikan pasokan rudal permukaan-ke-udara Patriot tetap tersedia. Selain itu, AS disebut harus menyediakan teknologi anti-UAV tambahan, karena sistem Patriot memiliki kegunaan terbatas terhadap UAV kecil. Dengan kemampuan Houthi yang terus berkembang, Arab Saudi menghadapi tantangan besar dalam melindungi infrastruktur vitalnya dari serangan yang datang silih berganti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User