Herzog Pilih Eisenkot Bentuk Pemerintahan Israel, Netanyahu Tak Langsung Tersingkir
Presiden Israel Isaac Herzog menunjuk Gadi Eisenkot membentuk pemerintahan baru meski blok Netanyahu unggul 53 kursi. Eisenkot punya waktu 28 hari plus perpanjangan 14 hari untuk mengumpulkan minimal 61 kursi Knesset. Penunjukan ini tidak otomatis melengserkan Netanyahu, yang tetap menjadi perdana menteri sementara sampai pemerintahan baru terbentuk.
Presiden Israel Isaac Herzog resmi menunjuk pemimpin blok oposisi Gadi Eisenkot untuk membentuk pemerintahan baru. Penunjukan itu diumumkan pada Sabtu (7/11), meski kubu Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu sebenarnya meraih suara terbanyak dalam pemilu Oktober lalu.
Eisenkot langsung merespons penunjukan tersebut melalui akun X. Ia menyatakan komitmennya membentuk pemerintahan darurat nasional dan berjanji mengerahkan segala upaya agar koalisi yang dipimpinnya layak mengemban tanggung jawab pemerintahan.
Dalam pemilu Oktober, blok sayap kanan Netanyahu mengamankan 53 kursi, sementara aliansi partai Eisenkot, Yashyar, dan empat partai lain hanya memperoleh 48 kursi. Kendati demikian, kedua kubu sama-sama belum mencapai ambang mayoritas parlemen, yaitu 61 dari 120 kursi Knesset, sehingga Herzog turun tangan meminta Eisenkot membentuk pemerintahan.
Partai-partai Arab yang mewakili warga Palestina di Israel mencatat rekor 19 kursi, jumlah terbesar sejak partai Arab berhasil masuk Knesset. Dukungan terhadap Eisenkot dan Yashyar sejauh ini mencapai 67 anggota parlemen, termasuk dari partai-partai Arab, sedangkan Netanyahu hanya didukung 46 anggota parlemen.
Meski demikian, penunjukan Eisenkot tidak otomatis menjadikannya perdana menteri baru dan tidak serta-merta mengakhiri dua dekade dominasi Netanyahu. Eisenkot diberi waktu 28 hari, dengan kemungkinan perpanjangan 14 hari, untuk membentuk koalisi yang menguasai sedikitnya 61 kursi Knesset.
Eisenkot dilaporkan tengah melobi partai-partai mantan koalisi Netanyahu, seperti United Torah Judaism dan Shas, untuk bergabung. Namun, kendati berhasil merangkul dua partai ultra-Ortodoks itu, ia hanya akan memperoleh tepat 61 kursi. Eisenkot sendiri telah menutup kemungkinan membentuk pemerintahan bersama partai-partai yang dipimpin Arab, padahal dukungan itu bisa membawanya hingga 67 kursi.
Jika gagal mencapai minimal 61 kursi, Eisenkot masih bisa membentuk pemerintahan baru dan menjadi perdana menteri dengan memenangkan pemungutan suara kepercayaan di parlemen. Apabila ia tetap gagal dalam batas waktu yang ditentukan, Herzog akan menunjuk kandidat lain. Bila kandidat kedua juga gagal, mayoritas parlemen dapat mendukung kandidat ketiga dengan waktu terakhir 14 hari.
Jika kembali tidak ada pemerintahan yang terbentuk, pemilu baru akan digelar dalam 90 hari. Sampai pemerintahan baru terbentuk, Netanyahu akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)