Kubu Netanyahu Tuding Pemilu Dicurangi, Polisi Israel Justru Ragukan Kepala Shin Bet

Dua penyelidikan dugaan kecurangan pemilu Israel yang dituduhkan kubu Netanyahu terhadap partai Arab diperkirakan dihentikan. Kepolisian Israel kehilangan kepercayaan pada Kepala Shin Bet David Zini karena menilai klaimnya tak sesuai fakta. Tuduhan kecurangan muncul setelah koalisi Netanyahu hanya meraih 53 kursi, sementara partai Arab mendapat rekor 19 kursi.

Nov 08, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0
Kubu Netanyahu Tuding Pemilu Dicurangi, Polisi Israel Justru Ragukan Kepala Shin Bet
Kubu Netanyahu Tuding Pemilu Dicurangi, Polisi Israel Justru Ragukan Kepala Shin Bet

Jakarta, CNN Indonesia -- Dua penyelidikan atas dugaan kecurangan pemilihan umum Israel yang dilayangkan kubu Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu terhadap partai-partai Arab diperkirakan akan dihentikan. Kepolisian Israel menilai tidak ada bukti kuat yang mendukung tuduhan tersebut, dan bahkan muncul krisis kepercayaan terhadap Kepala Badan Intelijen Israel (Shin Bet) David Zini.

Netanyahu bersama sejumlah anggota koalisinya berulang kali mengeklaim bahwa pemilu 27 Oktober telah dicurangi, dengan menuduh adanya kecurangan di kalangan pemilih Arab yang secara signifikan mendongkrak perolehan suara partai-partai Arab. Tuduhan itu menjadi dasar dua penyelidikan yang kini berada di ujung tanduk.

Kasus pertama melibatkan penangkapan tiga aktivis partai Arab pada 27 Oktober pagi, di hari pemungutan suara. Ketiganya dituduh berupaya menyuap pemilih agar mendukung Partai Ra'am. Namun menurut laporan Channel 12, kasus ini diperkirakan akan ditutup jika tidak ditemukan bukti baru, dan ketiga aktivis yang ditangkap telah dibebaskan.

Kasus kedua berkaitan dengan dugaan upaya pendanaan asing untuk mendukung partai Arab lainnya, Joint List. Alih-alih membuktikan tuduhan kubu Netanyahu, kasus ini justru memicu krisis kepercayaan besar terhadap Kepala Shin Bet David Zini, yang merupakan loyalis Netanyahu dan ditunjuk langsung olehnya serta terlibat langsung dalam kedua penyelidikan.

"Kami telah kehilangan kepercayaan terhadap kepala Shin Bet," kata seorang pejabat senior kepolisian Israel, seperti dikutip Times of Israel. Sejalan dengan itu, Channel 12 melaporkan bahwa Wakil Komisaris Boaz Blatt, yang mengepalai Divisi Investigasi dan Intelijen Kepolisian, melarang bawahannya menyerahkan informasi apa pun terkait kasus tersebut kepada Shin Bet tanpa persetujuannya.

Jaringan televisi itu menyebut tampaknya hanya kepala Shin Bet yang menilai penyelidikan dugaan campur tangan asing itu sebagai persoalan keamanan nasional. Sebaliknya, kepolisian dan aparat penegak hukum menilai persoalan tersebut paling jauh berkaitan dengan tuduhan kriminal jika memang ditemukan bukti yang cukup. "Ada kesenjangan yang sangat besar antara klaim Zini dan kenyataan," kata seorang pejabat kepolisian.

Selain itu, meskipun laporan media awalnya menuding Qatar terlibat, tidak satu pun materi intelijen yang diserahkan Shin Bet kepada kepolisian dilaporkan menyebut negara Teluk tersebut. Channel 12 mengutip seorang pejabat internal Shin Bet yang mengecam tindakan Zini, dengan mengatakan bahwa kini semakin jelas Zini berusaha "melayani tuannya", merujuk pada Netanyahu yang mengeklaim pemilu telah "dicuri" dan menentang pengesahan hasil pemilu dengan alasan dua penyelidikan tersebut.

Dalam pemilu Israel 27 Oktober lalu, koalisi sayap kanan Netanyahu gagal meraih ambang batas minimal 61 kursi parlemen untuk membentuk pemerintah lagi dan hanya meraup 53 kursi. Sementara itu, aliansi rivalnya sekaligus eks panglima militer Israel Gadi Eisenkot, Yashyar, dan empat partai lain hanya memperoleh 48 kursi. Adapun partai-partai Arab yang mewakili warga Palestina di Israel meraih rekor 19 kursi, jumlah terbesar sejak partai Arab Israel berhasil masuk parlemen Knesset.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User