Harga Tepung di Solok Terus Naik, Tepung Ketan Makin Langka di Pasaran
Harga berbagai jenis tepung di Kota Solok terus naik dalam dua bulan terakhir, mulai dari tepung terigu, tapioka, ketan, hingga tepung beras. Kenaikan disertai kelangkaan stok, terutama tepung ketan yang pasokannya dari distributor terbatas. Pedagang menyebut kenaikan kali ini terasa lebih cepat dibanding menjelang puasa atau Lebaran.
Kenaikan harga tepung di Kota Solok, Sumatera Barat, terus berlangsung dalam dua bulan terakhir. Seorang penjual aneka bahan dan jenis kue di kota itu, Abu Ubay, mengungkapkan bahwa lonjakan tidak hanya terjadi pada satu jenis tepung, tetapi merata pada sejumlah komoditas.
Tepung terigu yang sebelumnya dijual Rp10 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp12 ribu. Kenaikan juga terjadi pada tepung tapioka kemasan setengah kilogram yang semula Rp7 ribu, sekarang mencapai Rp11.500. Sementara tepung ketan melonjak dari sekitar Rp13 ribu per bungkus menjadi Rp18.500.
Selain persoalan harga, ketersediaan tepung ketan mulai sulit diperoleh karena stok dari distributor terbatas. Kondisi ini membuat barang kerap kosong dan baru tersedia kembali dalam waktu tidak tentu.
"Naiknya bertahap sejak sekitar dua bulan terakhir. Sekarang stok dari distributor juga terbatas, terutama tepung ketan. Kadang barangnya ada, kadang kosong," kata Abu Ubay saat diwawancarai Infosumbar.net pada Sabtu (7/11/2026).
Tepung beras pun ikut mengalami kenaikan, dari sebelumnya sekitar Rp7.500 per bungkus menjadi Rp10 ribu. Abu Ubay menambahkan, bahan tambahan kue seperti cokelat dan meses juga turut naik.
Meski harga bahan baku melambung, sebagian pelanggan tetap membeli demi menjaga kualitas produk yang mereka jual. Mereka memilih mempertahankan harga jual agar tidak semakin membebani konsumen.
Respons pembeli pun beragam. Sebagian mengaku terkejut dengan kenaikan harga, sementara yang lain memahami kondisi tersebut. Menurut Abu Ubay, kenaikan menjelang momen tertentu memang kerap terjadi, tetapi kali ini terasa lebih cepat.
"Biasanya menjelang puasa atau Lebaran memang ada kenaikan. Namun, sekarang kenaikannya terasa lebih cepat dan berlangsung bertahap," tuturnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)