Harga Cabai di 314 Daerah Melonjak, Tertinggi Tembus Rp193 Ribu per Kilogram
BPS mencatat harga cabai merah naik di 314 kabupaten/kota hingga minggu kedua Oktober 2026 dengan rata-rata nasional Rp67.313 per kg. Harga tertinggi mencapai Rp193.333 per kg di Halmahera Timur. Cabai rawit juga melonjak dengan rata-rata Rp88.138 per kg. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti meminta pemerintah mewaspadai kedua komoditas ini karena harganya sudah melampaui harga acuan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga cabai merah mengalami kenaikan di 314 kabupaten/kota hingga minggu kedua Oktober 2026. Rata-rata harga cabai merah nasional tercatat Rp67.313 per kilogram, naik 17,3 persen dibandingkan September 2026. Di sejumlah daerah, harga komoditas ini bahkan menembus Rp193 ribu per kilogram.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa selain cabai merah, harga cabai rawit juga terus meningkat. Rata-rata nasional cabai rawit mencapai Rp88.138 per kilogram atau naik 11,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sebanyak 268 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit.
"Cabai merah dan cabai rawit perlu kita waspadai karena selain harganya sudah tinggi, tetapi masih mengalami perubahan IPH yang cukup tinggi," ujar Winny, sapaan akrabnya, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10).
Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan, kenaikan IPH cabai merah terjadi di 87,22 persen wilayah yang masuk cakupan pemantauan. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan bertambah dari 292 pada minggu pertama Oktober menjadi 314 pada minggu kedua Oktober. Harga tertinggi cabai merah tercatat di Kabupaten Halmahera Timur sebesar Rp193.333 per kilogram, disusul Kabupaten Nduga Rp172 ribu per kilogram, serta Kabupaten Mappi dan Kabupaten Intan Jaya masing-masing Rp160 ribu per kilogram. Adapun harga terendah tercatat Rp26.600 per kilogram.
Sejumlah daerah mencatat harga tinggi sekaligus kenaikan IPH yang besar. Kabupaten Biak Numfor mencatat harga cabai merah Rp105 ribu per kilogram dengan IPH naik 93,85 persen. Kabupaten Kepulauan Yapen mencapai Rp120 ribu per kilogram dengan kenaikan IPH 65,48 persen. Kabupaten Cirebon mencatat Rp56.500 per kilogram dengan kenaikan IPH 64,66 persen, sedangkan Kabupaten Padang Pariaman mencapai Rp61.667 per kilogram dengan kenaikan IPH 57,84 persen.
Untuk cabai rawit, kenaikan harga juga meluas. Harga tertinggi mencapai Rp200 ribu per kilogram di Kabupaten Nduga, diikuti Kabupaten Halmahera Timur Rp193.333 per kilogram dan Kabupaten Seram Bagian Timur Rp192 ribu per kilogram. Harga terendah cabai rawit tercatat Rp28.500 per kilogram. Di Kabupaten Teluk Bintuni, harga cabai rawit mencapai Rp156 ribu per kilogram dengan perubahan IPH 56,68 persen dan berada 173,68 persen di atas harga acuan.
Harga cabai merah dan cabai rawit tersebut telah melampaui batas atas harga acuan penjualan di tingkat konsumen. Rentang harga acuan cabai merah berada pada Rp37 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit Rp40 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram.
Selain cabai, BPS mencatat sejumlah komoditas pangan lain yang perlu diperhatikan karena harga pasarnya relatif tinggi. Harga beras seluruh kualitas secara nasional mencapai Rp15.718 per kilogram, naik tipis 0,18 persen dibandingkan September. Harga beras tertinggi tercatat Rp50 ribu per kilogram di Kabupaten Pegunungan Bintang. Sementara itu, harga minyak goreng rata-rata nasional Rp20.250 per kilogram dan harga daging ayam ras Rp41.515 per kilogram atau turun 0,93 persen. Untuk daging sapi, harga rata-rata nasional mencapai Rp145.400 per kilogram dan berada di atas harga acuan.
Winny mengingatkan pemerintah agar tidak hanya melihat perubahan harga, tetapi juga memperhatikan level harga yang sudah tinggi dan masih terus meningkat. Secara umum, sekitar 309 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH pada minggu kedua Oktober 2026, bertambah dibandingkan minggu sebelumnya. "Cabai merah dan cabai rawit itu perlu menjadi perhatian kita karena dia sudah di atas HAP, tapi perubahan harganya pun juga tinggi, artinya masih terus mengalami kenaikan," ucap Winny.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)