Harga Beras Bersubsidi Rp12.500 per Kg, KDKMP Mulai Salurkan Bantuan Pangan di 10.070 Titik
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memperluas akses pangan murah dan menyalurkan bantuan beras. Beras bersubsidi dijual Rp12.500 per kilogram, sementara bantuan pangan gratis menyasar 33,2 juta orang dengan alokasi 30 kg selama tiga bulan. Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau operasionalisasi di empat daerah dan memastikan pengawalan di 10.070 titik selama delapan hari.
Pemerintah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus menggenjot perluasan akses pangan terjangkau bagi masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan sosial berupa beras. Koperasi ini juga membuka peluang bagi pedagang kecil untuk mendapatkan barang dengan harga grosir meski hanya berbelanja dalam jumlah terbatas.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung operasionalisasi KDKMP di empat daerah pada Kamis (15/10), yakni Lampung Selatan, Boyolali, Kediri, dan Sidoarjo. Peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawalan operasionalisasi koperasi secara serentak di 10.070 titik selama delapan hari. Dalam kunjungan itu, Zulkifli bersama rombongan memeriksa ketersediaan komoditas dan layanan koperasi, mulai dari sembako, LPG, dan pupuk hingga layanan keuangan serta pemasaran produk UMKM.
"Koperasi Merah Putih harus memberi manfaat yang langsung dirasakan warga. Harga yang terjangkau dan barang yang mudah diperoleh akan membantu warga desa, petani, termasuk pedagang kecil, sekaligus menggerakkan ekonomi desa," ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).
Salah satu manfaat utama yang disiapkan melalui KDKMP adalah akses terhadap beras bersubsidi dengan harga Rp12.500 per kilogram. Secara nasional, sekitar 1 juta ton beras dialokasikan untuk bantuan pangan dan intervensi pangan bersubsidi melalui skema penyaluran yang berlaku. Selain itu, KDKMP Bumisari di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, disiapkan menjadi titik penyaluran bantuan pangan untuk periode Oktober-Desember, yang direncanakan mulai pekan ini. Program bantuan pangan nasional menyasar sekitar 33,2 juta masyarakat dengan alokasi 30 kilogram beras untuk tiga bulan, diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 dan 2.
Di KDKMP Tambakrejo, Sidoarjo, yang melayani sekitar 16.216 penduduk, persediaan kebutuhan pokok, pupuk, dan LPG telah tersedia, sementara gerai sembako, obat, pupuk, dan klinik masih dalam persiapan. Sumarti, warga Tambakrejo yang berjualan makanan, mengaku harga di koperasi jauh lebih murah. "Harga di KDKMP jauh lebih murah, seperti harga grosir, meskipun kami hanya membeli sedikit. Ini sangat menguntungkan pedagang kecil seperti kami," ucapnya.
Sementara itu, KDKMP Sonorejo di Kediri melayani sekitar 7.563 penduduk, dengan minyak goreng, sabun mandi, dan sabun cuci sebagai produk yang banyak diminati. Manajer KDKMP Sonorejo, Keril, mengatakan warga telah menanyakan waktu pembukaan koperasi setelah mendengar informasi harga barang yang lebih murah. "Kalau saya bertemu warga, mereka bertanya-tanya kapan KDKMP buka. Mereka sudah mendengar barang-barangnya dijual dengan harga lebih murah," katanya.
Di KDKMP Sobokerto, Boyolali, yang melayani sekitar 6.700 jiwa, transaksi warga terutama mencakup minyak goreng dan sembako. Koperasi tersebut juga menyediakan akses pupuk dan membuka peluang pemasaran produk UMKM, termasuk keripik berbahan tulang ikan khas Sobokerto.
Zulkifli menegaskan pengawalan operasionalisasi KDKMP akan terus dilakukan karena pelaksanaannya masih tergolong baru dan berpotensi menghadapi berbagai kendala. Pemerintah memprioritaskan kesiapan gerai, kelancaran pasokan, akses pupuk bagi petani, serta pengembangan usaha lokal. "Kami akan terus mengawal kesiapan gerai, kelancaran pasokan, akses pupuk bagi petani, dan pengembangan usaha lokal. Koordinasi dengan kementerian, lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah penting agar koperasi dapat beroperasi sesuai kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data per 12 Oktober 2026, sebanyak 23.000 gedung KDKMP telah selesai dibangun secara nasional dan 28.626 manajer telah direkrut. Pemerintah memantau operasionalisasi di 10.070 titik selama delapan hari untuk memastikan koperasi dapat berfungsi sebagai simpul distribusi kebutuhan masyarakat, penyedia layanan, dan pasar bagi produk desa.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)