Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Ini Cara Menyaksikan dari Indonesia

Gerhana Matahari total akan terjadi pada 12 Agustus 2026 dan terlihat di beberapa wilayah Eropa, namun tidak di Indonesia. Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan melalui live streaming dari NASA dan ESA. Simak jadwal dan cara menontonnya di sini.

Aug 21, 2026 - 13:02
Updated: 2 months ago
0 0
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Ini Cara Menyaksikan dari Indonesia
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Ini Cara Menyaksikan dari Indonesia

Fenomena langka Gerhana Matahari Total (GMT) akan menyapa sejumlah wilayah Eropa pada 12 Agustus 2026. Meski Indonesia tidak termasuk daerah yang bisa menyaksikan secara langsung, masyarakat tetap dapat mengikuti momen spektakuler ini melalui siaran langsung dari lembaga antariksa internasional.

GMT kali ini akan terlihat jelas di Greenland, Islandia, Spanyol bagian utara, dan Portugal timur laut. Sementara itu, sebagian wilayah Belahan Bumi Utara seperti Alaska hingga Carolina Utara di AS, sebagian besar Kanada, sebagian Eropa, dan Afrika barat laut akan mengalami gerhana Matahari sebagian.

Bagi pengamat di Indonesia, tidak ada wilayah yang akan dilintasi gerhana ini. Namun, Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) serta Badan Antariksa Eropa (ESA) akan menyediakan siaran langsung secara daring, sehingga siapa pun dapat menyaksikan proses gerhana dari layar gawai masing-masing.

Menariknya, ini adalah Gerhana Matahari total pertama yang terlihat dari daratan Spanyol sejak 1905. Spanyol juga akan menjadi saksi dua gerhana Matahari lainnya hingga tahun 2028, menjadikannya lokasi istimewa bagi para pengamat langit.

Carole Mundell, Direktur Sains ESA, menyebut gerhana sebagai momen langka yang menyatukan banyak orang. "Ini adalah momen bersama yang menghubungkan kita dengan alam semesta dan mengingatkan kita bahwa keinginan untuk menjelajah dan memahami adalah salah satu kekuatan terbesar umat manusia," ujarnya dalam pernyataan resmi.

NASA akan memulai siaran langsung pada 12 Agustus pukul 13.15 EDT atau 13 Agustus 00.15 WIB melalui laman resmi mereka. ESA juga akan menayangkan fenomena ini di situs dan kanal YouTube mereka pada waktu yang sama, dengan panduan dari ilmuwan antariksa Maggie Aderin serta sejumlah pakar lainnya.

Puncak acara adalah fase totalitas yang berlangsung 1 menit 21 detik pada pukul 20.31 CEST atau 01.31 WIB, ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari di Observatorio Astrofísico de Javalambre, Teruel, Spanyol. Siaran akan menampilkan pemandangan dari teleskop dan rekaman drone untuk memberikan pengalaman terbaik bagi penonton.

Bagi yang ingin menyaksikan, pastikan koneksi internet stabil dan siapkan waktu di tengah malam nanti. Jangan lewatkan kesempatan langka untuk menyaksikan keajaiban alam semesta ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User