El Nino 2026 Diprediksi Lebih Ganas dari 2015, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan El Nino 2026 lebih kuat dari 2015, dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,75. Kondisi ini memicu cuaca lebih panas dan kering, meningkatkan risiko karhutla. Pemerintah memantau perkembangan melalui BMKG dan mengimbau masyarakat serta korporasi tidak membakar lahan.

Sep 04, 2026 - 12:05
Updated: 2 months ago
0
El Nino 2026 Diprediksi Lebih Ganas dari 2015, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla
El Nino 2026 Diprediksi Lebih Ganas dari 2015, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla

Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa fenomena El Nino yang sedang berlangsung saat ini memiliki intensitas lebih kuat dibandingkan kejadian serupa pada tahun 2015. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (18/8).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang terus dipantau pemerintah, indeks Nino 3.4 saat ini telah mencapai +2,75, menunjukkan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik yang signifikan. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Antoni menegaskan bahwa koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk memantau perkembangan El Nino. "Per hari ini lebih tinggi dari 2015. Ini data dari BMKG yang kami selalu koordinasi. Sampai pagi ini saya terus berkoordinasi dengan BMKG," ujarnya.

Selain El Nino, ancaman kekeringan juga diperkirakan semakin parah dengan masuknya Indian Ocean Dipole (IOD) pada fase positif pada periode September-November 2026. Kondisi ini akan semakin mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah, memperpanjang musim kemarau, dan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Citra satelit pada 16 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB menunjukkan sebaran asap karhutla telah terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan. Menghadapi situasi ini, Antoni mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan.

"Kewaspadaan semua pihak menjadi penting untuk mencegah karhutla, terutama ketika kondisi iklim tahun ini berpotensi lebih kering dan panas dibandingkan periode normal," tuturnya. Ia juga mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang ekstrem.

Lebih lanjut, Antoni meminta agar masyarakat tidak membuang putung rokok sembarangan karena dapat menjadi sumber api. "Jangan membakar lahan. Masyarakat dan korporasi harus sama-sama waspada. Bahkan, putung rokok pun jangan sampai dibuang sembarangan, karena dalam kondisi kering seperti ini bisa menjadi sumber api," paparnya.

Dampak El Nino pada 2015 lalu menjadi pelajaran berharga, di mana musim kemarau berkepanjangan memicu karhutla hebat dan kabut asap tebal yang mengganggu aktivitas masyarakat serta transportasi. Dengan kondisi yang diprediksi lebih kuat tahun ini, langkah mitigasi yang cepat dan terkoordinasi menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User