Di Tengah Persaingan AS, China Minta Indonesia Dukung Penuh Organisasi AI Global

China mendesak Indonesia mendukung penuh World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) di tengah persaingan dengan AS. Imbauan disampaikan Menlu Wang Yi saat bertemu Menlu Sugiono di Jakarta. Indonesia, yang telah menandatangani deklarasi pendirian WAICO, tetap berpegang pada prinsip non-blok. China menolak pemaksaan memihak dalam tata kelola AI global.

Aug 27, 2026 - 02:35
Updated: 2 months ago
0
Di Tengah Persaingan AS, China Minta Indonesia Dukung Penuh Organisasi AI Global
Di Tengah Persaingan AS, China Minta Indonesia Dukung Penuh Organisasi AI Global

Pemerintah China secara resmi meminta Indonesia untuk memberikan dukungan kuat terhadap World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama kecerdasan buatan (AI) global yang baru dibentuk. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, di Jakarta.

Langkah Beijing ini diambil di tengah persaingan sengit dengan Amerika Serikat (AS) dalam memperebutkan pengaruh atas masa depan teknologi dan tata kelola AI di tingkat dunia. Wang Yi menegaskan bahwa kedua negara perlu memperluas kerja sama yang sudah ada ke sektor-sektor berkembang, termasuk AI, serta bersama-sama menyukseskan WAICO.

Pernyataan tersebut mengemuka saat Wang Yi bersama Menteri Pertahanan China, Laksamana Dong Jun, berada di Indonesia untuk menghadiri rangkaian dialog diplomatik dan keamanan tingkat tinggi. Sebelumnya, pada Jumat (21/8), Wang Yi dan Sugiono menggelar Pertemuan Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia yang pertama. Keduanya juga bergabung dalam Pertemuan Dialog Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (Format 2+2) yang kedua.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu dari 29 negara yang bulan lalu menandatangani kesepakatan di Shanghai untuk mendirikan WAICO. Organisasi antarpemerintah ini dibentuk dengan tujuan mendorong kerja sama internasional serta merumuskan tata kelola AI di tingkat global.

Meski demikian, Indonesia tetap konsisten memegang prinsip politik luar negeri bebas dan aktif (non-blok). Dalam hal ini, RI berupaya menjaga dan mempererat hubungan ekonomi serta teknologi, baik dengan China maupun Amerika Serikat, tanpa harus memihak.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa setiap negara memiliki hak penuh untuk memilih mitra kerja sama dan model AI mereka sendiri secara mandiri, sesuai dengan kondisi nasional dan kebutuhan pembangunan masing-masing. Pernyataan ini merespons laporan mengenai rencana AS yang akan menyurati negara-negara penandatangan deklarasi peluang AI versi AS, yang berisi peringatan agar tidak bergabung dengan inisiatif global lain seperti WAICO.

"China dengan tegas menolak segala bentuk pemaksaan terhadap suatu negara untuk memihak, ataupun upaya menciptakan konfrontasi antarkelompok (blok) di bidang teknologi AI," ujar Lin Jian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User