Demo Besar Siswa Prancis Meledak, Sekolah Rusak Parah hingga Dipenuhi Tikus

Ratusan ribu orang di Prancis turun ke jalan memprotes kondisi sekolah yang memprihatinkan, terutama di daerah pinggiran seperti Saint-Denis. Sekolah-sekolah dilaporkan dipenuhi tikus, atap bocor, dan minim fasilitas. Demo yang meletus akhir September ini juga diwarnai tindakan represif polisi yang melukai sejumlah siswa.

Oct 07, 2026 - 20:02
Updated: 2 days ago
0 0
Demo Besar Siswa Prancis Meledak, Sekolah Rusak Parah hingga Dipenuhi Tikus
Demo Besar Siswa Prancis Meledak, Sekolah Rusak Parah hingga Dipenuhi Tikus

Gelombang unjuk rasa besar-besaran kembali mengguncang Prancis. Kali ini, para siswa menjadi motor penggerak protes yang menyoroti buruknya kondisi sekolah-sekolah di negara tersebut, terutama di kawasan pinggiran kota. Sekitar 250.000 orang tercatat turun ke jalan pada akhir September lalu, melibatkan siswa, guru, orang tua, mahasiswa, hingga aktivis.

Salah satu pemicu utama adalah kondisi memprihatinkan di sebuah sekolah menengah atas di Saint-Denis, pinggiran Paris. Seorang demonstran mengungkapkan kepada CBS News bahwa sekolah tersebut dipenuhi tikus, dengan langit-langit yang sudah jebol. Rekaman video yang diambil siswa dan guru juga memperlihatkan tikus berkeliaran di area sekolah serta air yang menetes ke dalam ember akibat atap bocor.

Keluhan serupa datang dari Issam Makhloufi, siswa berusia 15 tahun di Rosa Parks High School, St.-Denis. Ia mengaku ruang kelas tidak memiliki ventilasi yang memadai dan jendela hampir tidak bisa dibuka. Kondisi ini diperparah oleh cuaca panas ekstrem yang melanda Prancis, sementara banyak sekolah tidak dilengkapi penyejuk ruangan.

Selain masalah fisik, para siswa juga menyoroti ruang kelas yang terlalu penuh dan jadwal pelajaran yang sangat padat. Kekurangan tenaga pengajar dan staf membuat proses belajar tidak maksimal. Persoalan ini umumnya terjadi di sekolah-sekolah pinggiran kota yang bangunannya sudah tua, mayoritas dibangun antara tahun 1950-an hingga 1970-an.

Sistem pengelolaan sekolah di Prancis berada di tangan pemerintah daerah. Para pemimpin lokal mengaku membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat untuk melakukan renovasi. Sophie Vénétitay, pemimpin serikat guru yang bergabung dalam aksi demo, menilai sistem pendidikan publik berada dalam kondisi sangat buruk setelah 10 tahun pemerintahan Emmanuel Macron. Menurutnya, sistem ini kekurangan segalanya.

Unjuk rasa yang meletus akhir September itu juga diwarnai tindakan represif aparat kepolisian. Seorang siswa dilaporkan kehilangan satu tangan akibat ledakan granat polisi, sementara siswa lain mengalami patah tulang rahang karena terhantam granat di kepala. Tindakan ini memicu kemarahan orang tua dan aktivis yang kemudian ikut turun ke jalan.

Beberapa demonstrasi di Prancis berujung kerusuhan. Akibatnya, ratusan sekolah terpaksa ditutup dan kegiatan belajar dialihkan secara daring. Protes besar ini terjadi di tengah situasi sulit bagi Prancis yang tengah menjadi pusat gejolak pasar keuangan Eropa.

Biaya pinjaman pemerintah Prancis dilaporkan melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Investor ramai-ramai menjual obligasi pemerintah karena khawatir terhadap kemampuan negara itu mengurangi beban utang, terutama akibat besarnya pengeluaran untuk kesejahteraan dan pensiun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User