Danantara Lepas 100 BUMN Non-Inti ke Swasta, Hotel Diminta Dijual Semua

Danantara Indonesia melepas lebih dari 100 BUMN non-inti ke sektor swasta karena dinilai lebih mampu mengelolanya. COO Dony Oskaria menyebut Presiden Prabowo bahkan menginstruksikan agar bisnis perhotelan BUMN dijual semua. Danantara juga mengonsolidasikan 49 hotel BUMN di bawah PT Hotel Indonesia Natour sebagai bagian restrukturisasi menuju sekitar 300 perusahaan.

Oct 09, 2026 - 00:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Danantara Lepas 100 BUMN Non-Inti ke Swasta, Hotel Diminta Dijual Semua
Danantara Lepas 100 BUMN Non-Inti ke Swasta, Hotel Diminta Dijual Semua

Danantara Indonesia mengungkap telah melepas lebih dari 100 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berstatus non-inti kepada sektor swasta. Langkah divestasi ini menjadi bagian dari transformasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menjelaskan bahwa pihak swasta dinilai memiliki kapasitas lebih mumpuni untuk menggarap sektor-sektor tersebut. "Dalam transformasi BUMN ini sudah lebih dari 100 perusahaan BUMN yang non-core kita lepas kepada swasta bahwa mungkin swasta akan lebih bagus mengelola itu daripada BUMN," ujarnya dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10).

Dony menegaskan Danantara tidak berniat mengambil alih porsi bisnis swasta. Sebaliknya, Danantara justru memangkas banyak BUMN demi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pihak swasta.

Ia mencontohkan bisnis perhotelan. Menurut Dony, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar BUMN meninggalkan bisnis tersebut karena dinilai tidak penting bagi pemerintah untuk masuk ke sektor itu. "Instruksi bapak presiden kalau perlu hotel itu dijual semua. Ngapain pemerintah masuk di hotel? Kan swasta banyak," ujar Dony.

Ke depan, Danantara memastikan akan terus menjalin kerja sama dan menyalurkan investasi ke perusahaan-perusahaan swasta, salah satunya melalui penempatan likuiditas. Menurut Dony, langkah menggandeng sektor swasta ini tidak lepas dari latar belakang jajaran pengurus Danantara yang mayoritas pernah berbisnis di industri swasta.

Saat ini Danantara mengonsolidasikan portofolio 49 hotel milik BUMN ke dalam satu payung holding di bawah grup PT Hotel Indonesia Natour (HIN).

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa konsolidasi aset perhotelan pelat merah tersebut merupakan bagian dari peta jalan restrukturisasi menyeluruh terhadap ribuan entitas BUMN. Tujuannya menciptakan efisiensi operasional dan optimalisasi aset negara.

"Kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospital, kita punya 137 hotel itu juga kita gabungkan sehingga ini salah satu program yang kita jalankan dengan target akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN," ujar Rosan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pusat Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Jumat (14/8).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User