Citra Satelit NASA Ungkap Kalimantan Diselimuti Asap, 1.106 Hotspot Terdeteksi
Citra satelit NOAA-20 yang ditampilkan NASA menunjukkan Kalimantan diselimuti asap tebal akibat karhutla. BMKG mendeteksi 1.106 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan per 19 Agustus 2026, tersebar di lima provinsi. Kondisi ini menggambarkan peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Jakarta - Kondisi Pulau Kalimantan yang tengah dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terekam jelas dalam citra satelit NASA. Berdasarkan pantauan melalui platform NASA Worldwide, wilayah yang kerap dijuluki paru-paru dunia itu tampak diselimuti hamparan asap tebal berwarna putih dan abu-abu, dengan daratan hijau yang hanya terlihat samar di sejumlah bagian.
Penampakan tersebut diabadikan oleh satelit NOAA-20 pada 20 Agustus 2026 menggunakan instrumen VIIRS dengan mode Corrected Reflectance (True Color). Dalam citra itu, tutupan putih terlihat cukup luas di bagian tengah hingga selatan Kalimantan, sementara wilayah pesisir dan perairan di sekitarnya tampak lebih kontras.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa tutupan putih dalam mode True Color tidak selalu berarti asap karhutla, karena awan juga tampak berwarna putih. Oleh karena itu, citra ini lebih tepat digunakan untuk melihat kondisi permukaan dan atmosfer Kalimantan saat satelit melintas.
Di sisi lain, citra satelit juga memperlihatkan sebaran titik panas atau hotspot yang hampir merata di seluruh wilayah Kalimantan. Kondisi ini selaras dengan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat peningkatan aktivitas kebakaran di lapangan.
Berdasarkan data BMKG per 19 Agustus 2026, terdapat 1.106 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan. Rinciannya, Kalimantan Barat menjadi penyumbang terbanyak dengan 521 titik, disusul Kalimantan Tengah 424 titik, Kalimantan Timur 103 titik, Kalimantan Selatan 40 titik, dan Kalimantan Utara 18 titik.
Sementara itu, di Sumatra terdeteksi 34 titik panas yang tersebar di Riau (7 titik), Jambi (2 titik), Sumatera Selatan (5 titik), Kepulauan Riau (1 titik), Kepulauan Bangka Belitung (15 titik), dan Lampung (4 titik). Adapun di Papua tercatat 179 titik panas, dengan konsentrasi tertinggi di Papua Selatan mencapai 144 titik.
Data ini menunjukkan bahwa Kalimantan masih menjadi wilayah dengan sebaran titik panas terbesar di Indonesia, seiring meningkatnya ancaman karhutla yang kerap memicu kabut asap lintas batas. Masyarakat diimbau waspada terhadap dampak kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)