Bukan Sekadar GPS, Teknologi AI Berbasis Video Kini Bantu Cegah Kecelakaan dan Tekan Biaya Operasional

Teknologi telematika berbasis video dan AI kini melampaui fungsi GPS dengan mendeteksi perilaku berisiko seperti tailgating, memberikan peringatan langsung, dan mengumpulkan data untuk pelatihan keselamatan. Perusahaan seperti Aerotrans dan TRAVL memanfaatkannya untuk menurunkan batas kecepatan, memantau kesehatan kendaraan, hingga mengefisiensikan operasional armada.

Oct 09, 2026 - 04:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Bukan Sekadar GPS, Teknologi AI Berbasis Video Kini Bantu Cegah Kecelakaan dan Tekan Biaya Operasional
Bukan Sekadar GPS, Teknologi AI Berbasis Video Kini Bantu Cegah Kecelakaan dan Tekan Biaya Operasional

Penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan armada kendaraan kini tidak lagi terbatas pada pelacakan lokasi via GPS. Teknologi telematika yang dikombinasikan dengan kecerdasan buatan (AI) telah dimanfaatkan untuk meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus efisiensi operasional perusahaan.

SEA Business Development Manager Geotab, Alvin Santoso, menjelaskan bahwa teknologi telematika berbasis video memungkinkan perusahaan memantau kondisi kendaraan, perilaku pengemudi, dan situasi jalan secara lebih menyeluruh. "Ini memanfaatkan tidak hanya GPS, jadi this is something beyond GPS. Kita memanfaatkan video telematics juga supaya memberikan konteks lebih lengkap lagi," ujar Alvin dalam sesi Media Roundtable di Jakarta, Kamis (8/10).

Menurut Alvin, sistem tersebut dapat mendeteksi perilaku berkendara berisiko, seperti mengemudi terlalu dekat dengan kendaraan di depan atau tailgating. AI akan memperhitungkan kecepatan dan jarak antarkendaraan untuk memberikan peringatan langsung apabila pengemudi berada dalam kondisi berisiko. "Jadi memang tujuannya untuk memberikan korektif saat itu juga supaya insiden jangan sampai terjadi," tambahnya. Selain memberi peringatan, sistem ini mengumpulkan data perilaku pengemudi yang dapat digunakan perusahaan untuk menyusun pelatihan keselamatan.

Director of PT Aerotrans Services Indonesia, Kadek Bayu Temaja, mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi telematika membantu perusahaannya meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional armada. Salah satu contohnya adalah penurunan batas kecepatan operasional kendaraan dari 115 kilometer per jam menjadi 110 kilometer per jam setelah perusahaan menemukan peningkatan tren pengereman mendadak. "Akhirnya kita decide untuk menurunkan operate speed-nya jadi 110 kilometer per jam. Itu berdasarkan data yang kita miliki," kata Bayu.

Selain itu, sistem telematika memungkinkan perusahaan menerima peringatan dini mengenai potensi kerusakan komponen kendaraan sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum mengganggu operasional. Aerotrans juga memanfaatkan data perilaku berkendara untuk mengevaluasi kinerja pengemudi dan menyusun program pelatihan berkala setiap enam bulan.

Sementara itu, Head of Business Unit TRAVL, Alkautsar Salim, mengatakan teknologi serupa membantu perusahaan transportasi memantau perjalanan dan meningkatkan kenyamanan penumpang. TRAVL menggunakan sistem pemantauan untuk mengawasi kecepatan kendaraan, misalnya menerapkan batas maksimal 90 kilometer per jam pada perjalanan melalui Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) untuk menjaga keselamatan sekaligus kenyamanan di jalan yang bergelombang.

Teknologi ini juga disebut membantu tim operasional mengambil keputusan ketika terjadi gangguan perjalanan, termasuk menentukan kendaraan pengganti terdekat atau mengarahkan pengemudi melalui jalur alternatif saat kemacetan. Lebih lanjut, Alvin mengatakan teknologi telematika dapat diterapkan pada kendaraan listrik untuk memantau konsumsi energi, tingkat pengisian daya, kesehatan baterai, hingga riwayat pengisian. Data tersebut dapat dimanfaatkan perusahaan untuk membandingkan efisiensi kendaraan konvensional dan listrik sebelum mengambil keputusan terkait pengembangan armada.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User