Dua Pria Ditangkap Usai Mayat Perempuan Terikat Tali Rafia Ditemukan di Kamar Kos Jakarta Timur
Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dua pria berinisial KDO (22) dan ATW (27) terkait pembunuhan perempuan berinisial KDA (19) yang jasadnya ditemukan terikat tali rafia di kamar kos Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur. Kedua pelaku ditangkap di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi, sementara penyidik masih mendalami kronologi dan peran masing-masing pelaku.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan seorang perempuan berinisial KDA (19). Jasad korban sebelumnya ditemukan di sebuah kamar kos di Jalan Asem Nirbaya, RT 017/RW 002, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, kedua pelaku laki-laki sudah diamankan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kedua pria itu berinisial KDO (22) dan ATW (27), yang ditangkap di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi.
Meski demikian, Made belum memerinci peran masing-masing pelaku dalam kasus ini. Ia menyebut informasi mengenai peran masih belum tersedia karena penyidikan ditangani langsung oleh Polda Metro Jaya.
Selain menangkap kedua pria, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara. Barang bukti yang diamankan antara lain tali rafia berwarna biru, kaus hitam, dan celana hitam. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh, dugaan tindak pidana, serta peran setiap pihak yang diamankan.
Jasad KDA ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat menggunakan tali rafia. Selain itu, terdapat memar pada bagian kiri wajah korban dan lehernya terikat menggunakan kaos hitam.
Penemuan jasad tersebut bermula ketika pengelola kamar kos bernama Sundiyah hendak mengecek kamar yang sebelumnya akan disewa seorang pria yang mengaku bernama Daniel. Menurut keterangan saksi, pria itu datang pada Selasa (6/10) sekitar pukul 12.00 WIB dan menyampaikan niat menyewa kamar kos.
Daniel mengaku bekerja di steam depan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Ia menyatakan akan membayar kos pada Selasa (6/10) pukul 17.00 WIB sekaligus menyerahkan fotokopi KTP. Setelah mendengar penjelasan itu, saksi menyerahkan kunci kamar kepada Daniel. Namun, pria tersebut tak kunjung datang untuk membayar maupun menyerahkan fotokopi KTP hingga Kamis (8/10).
Karena tidak mendapat kabar, saksi berniat mengecek kamar yang sebelumnya akan ditempati Daniel. Sebelum membuka kamar, saksi mendapat informasi dari penghuni kamar kos di sebelahnya bahwa tercium bau tidak sedap dari kamar tersebut. Saksi lalu menyampaikan informasi itu kepada penghuni lain bernama Noval, yang menyarankan agar kamar dibuka dengan didampingi orang lain atau ketua RT setempat.
Sundiyah kemudian menghubungi Sukardi, ketua RT, untuk menyampaikan kondisi tersebut. Saat pintu kamar dibuka, bau tidak sedap mencuat dari dalam kamar dan petugas menemukan jasad perempuan tergeletak di kamar mandi dalam kondisi terikat. Melihat kondisi itu, ketua RT bersama Bhabinkamtibmas menghubungi Polsek Makasar untuk penanganan lebih lanjut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)