Bank Besar Korea Selatan Dibobol, Otoritas Selidiki Peran AI dalam Serangan Siber

Sejumlah bank di Korea Selatan menjadi korban serangan siber dengan dugaan keterlibatan AI. FSC menggelar rapat darurat setelah data 25.000 nasabah Shinhan Bank dan 119.000 kartu kredit Kookmin Bank bocor. Hana Bank juga terdampak. Otoritas menyelidiki kemungkinan penggunaan alat peretasan otomatis berbasis AI, termasuk temuan server dengan teks Mandarin terkait ARTEX AI.

Oct 08, 2026 - 08:02
Updated: 21 hours ago
0 0
Bank Besar Korea Selatan Dibobol, Otoritas Selidiki Peran AI dalam Serangan Siber
Bank Besar Korea Selatan Dibobol, Otoritas Selidiki Peran AI dalam Serangan Siber

Serangkaian serangan siber yang menargetkan sejumlah bank di Korea Selatan tengah menjadi sorotan. Otoritas keuangan setempat menduga serangan tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Komisi Layanan Keuangan Korea Selatan (FSC) pun langsung menggelar rapat darurat untuk merespons insiden ini.

Dalam rapat tersebut, para pejabat mengonfirmasi terjadinya kebocoran data di Shinhan Bank. Tidak hanya itu, insiden keamanan siber ini juga dilaporkan berdampak pada sejumlah bank lain, termasuk KB Kookmin Bank dan Hana Bank.

Data yang bocor cukup signifikan. Sekitar 25.000 data nasabah Shinhan Bank dilaporkan tersebar, sementara informasi kartu kredit dari 119.000 nasabah Kookmin Bank juga ikut terekspos. Hana Bank mengalami kebocoran data berskala lebih kecil setelah sistem dukungan penjualannya diretas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak berwenang Korea Selatan mengaku langsung turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Mereka juga telah membagikan informasi penting kepada instansi terkait, termasuk Badan Perlindungan Data Korea (KISA).

Sejumlah perusahaan keuangan di Korea Selatan kini diinstruksikan untuk memeriksa seluruh sistem dan layanan IT yang dapat diakses dari luar, termasuk sistem yang tidak digunakan langsung oleh nasabah. Mereka juga diminta mengurangi celah penyebaran informasi yang tidak perlu serta mengecek sistem autentikasi dan kontrol akses yang hilang atau kurang memadai.

Instruksi lain adalah agar perusahaan keuangan segera berbagi informasi terkait ancaman siber dan saling berkoordinasi dalam merespons. Hasil pemeriksaan keamanan internal juga harus diserahkan secepatnya. Pihak berwenang berjanji akan mengawasi perlindungan konsumen dan pemberian kompensasi, serta menganalisis insiden untuk memperbaiki regulasi ke depan.

Meski demikian, otoritas belum memberikan rincian mengenai pelaku serangan. Menurut laporan kantor berita Yonhap, berbagai pihak menduga serangan ini diakibatkan oleh AI. Yonhap melaporkan sebuah server yang digunakan dalam serangan memiliki judul halaman HTML yang mengandung teks berbahasa Mandarin terkait ARTEX AI.

ARTEX AI merupakan sistem pengujian keamanan open-source yang menggunakan bot atau agen untuk mengotomatisasi pengumpulan informasi, penemuan celah keamanan, perencanaan jalur serangan, eksekusi alat peretas, hingga verifikasi kerentanan sistem. Namun, otoritas perbankan dan keuangan belum bisa memastikan apakah sistem ini benar-benar digunakan dalam pembobolan Shinhan Bank. Temuan teks Mandarin tersebut dinilai belum cukup mengaitkan serangan dengan kelompok peretas tertentu.

Pimpinan Genian Security Center, Moon Jong Hyun, menyebut sejumlah analis keamanan siber meyakini insiden pembobolan ini melibatkan alat peretasan otomatis yang ditenagai AI. Sebelumnya, media lokal melaporkan bahwa Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kebocoran data pribadi di berbagai lembaga keuangan dan publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User