Inggris Hentikan Operasional Konsulat di Yerusalem Timur Usai Ultimatum Israel Berakhir

Inggris resmi menghentikan operasional Konsulat Jenderal di Yerusalem Timur pada Kamis (8/10) setelah Israel memerintahkan penutupan sebagai balasan sanksi terhadap pemukiman ilegal di Tepi Barat. Meski operasional dihentikan, gedung konsulat tetap milik pemerintah Inggris dan berganti nama menjadi Misi Inggris di Yerusalem, sementara 20 diplomat akan meninggalkan Israel.

Oct 09, 2026 - 04:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Inggris Hentikan Operasional Konsulat di Yerusalem Timur Usai Ultimatum Israel Berakhir
Inggris Hentikan Operasional Konsulat di Yerusalem Timur Usai Ultimatum Israel Berakhir

Inggris secara resmi menghentikan operasional Konsulat Jenderal di Yerusalem Timur pada Kamis (8/10). Penutupan ini dilakukan setelah Israel memerintahkan penghentian misi diplomatik tersebut sebagai bentuk balasan atas sanksi yang dijatuhkan Inggris terhadap pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Langkah itu menjadi puncak ketegangan hubungan kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah pekerja terlihat mencopot papan nama Konsulat Jenderal Inggris beserta papan nama bagian konsuler dari gedung konsulat di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Pencopotan dilakukan setelah tenggat waktu 30 hari yang diberikan Israel berakhir. Momen tersebut menandai berakhirnya operasional konsulat yang selama ini menangani hubungan Inggris dengan warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan Gaza.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan bahwa keputusan penutupan konsulat merupakan bagian dari langkah balasan terhadap Inggris. Sebelumnya, Inggris menjatuhkan sanksi terhadap pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, termasuk melarang impor produk dari pemukiman tersebut. Saar menegaskan Israel telah menetapkan prinsip yang jelas bahwa setiap tindakan terhadap Israel akan dibalas dengan tindakan yang dianggap setara.

Selain menutup konsulat, Israel juga menerapkan sejumlah langkah lain terhadap Inggris. Langkah tersebut mencakup penarikan perwakilan Inggris dari pusat koordinasi bantuan internasional untuk Gaza di Kiryat Gat. Israel juga menghentikan kegiatan Inggris yang bertujuan melatih pasukan Otoritas Palestina di Tepi Barat. Selain itu, Israel melarang 12 pejabat terpilih Inggris dan sejumlah warga negara lainnya memasuki wilayah Israel.

Konsulat Inggris di Yerusalem menghentikan operasinya hari ini, kata Saar melalui media sosial X. Namun, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menegaskan bahwa gedung konsulat tidak akan ditutup. Menurut Miliband, bangunan tersebut akan berganti nama menjadi Misi Inggris di Yerusalem.

Israel dan Inggris sebelumnya menggelar pembicaraan untuk mencegah hubungan kedua negara semakin memburuk. Saar mengatakan kedua pihak mencapai kesepahaman pada Rabu (7/10) malam, dan Miliband juga membenarkan adanya pembicaraan tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu, konsulat secara resmi mengakhiri operasinya pada Kamis (8/10). Sebanyak 20 diplomat, termasuk konsul jenderal, akan menyelesaikan tugas mereka sebelum meninggalkan Israel.

Meski operasional konsulat dihentikan, gedung tersebut tetap menjadi milik pemerintah Inggris. Israel juga mengizinkan tujuh diplomat Inggris tetap berada di gedung tersebut untuk menjalankan sejumlah kegiatan yang sangat terbatas. Konsulat Inggris di Sheikh Jarrah selama ini juga menyediakan berbagai layanan konsuler bagi warga Inggris.

Penutupan konsulat ini tidak berdampak terhadap Kedutaan Besar Inggris di Tel Aviv. Langkah tersebut menandai babak baru hubungan Inggris-Israel yang tengah diuji oleh kebijakan sanksi terkait pemukiman ilegal di Tepi Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User