Bukan Cuma dari Gaji, Ini Rahasia BPS Menentukan Desil DTSEN
BPS menjelaskan bahwa penentuan desil dalam DTSEN tidak hanya berdasarkan penghasilan atau satu indikator, melainkan menggunakan berbagai karakteristik sosial ekonomi melalui metode statistik Proxy Means Test (PMT). Desil adalah pemeringkatan relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran absolut kemiskinan. Posisi desil dapat berubah seiring pemutakhiran data.
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) akhirnya membuka tabir cara menentukan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang belakangan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa penentuan desil tidak bisa disimpulkan hanya dari satu faktor seperti besaran gaji, kepemilikan barang tertentu, atau daya listrik.
Desil sendiri merupakan bagian penting dari DTSEN yang mengelompokkan keluarga ke dalam sepuluh lapisan berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Kelompok desil 1 adalah yang paling rendah kesejahteraannya, sementara desil 10 menempati posisi tertinggi. Menurut Amalia, desil lebih tepat dipahami sebagai posisi relatif sebuah keluarga dibandingkan keluarga lain, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi.
"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi," ujar Amalia dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (21/8). Ia menambahkan bahwa desil bukanlah ukuran absolut kemiskinan, juga bukan nominal pendapatan atau kekayaan.
Untuk menentukan peringkat desil, BPS menggunakan metode statistik yang dikenal dengan Proxy Means Test (PMT). Metode ini menggabungkan berbagai indikator sosial ekonomi yang dapat diamati, seperti kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar memasak, kepemilikan aset, konsumsi listrik, komposisi keluarga, tingkat pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga disabilitas. Semua indikator ini dinilai bersama-sama, sehingga satu kondisi saja tidak otomatis menentukan posisi desil.
PMT merupakan pendekatan yang lazim digunakan secara internasional, terutama ketika data pendapatan atau konsumsi rumah tangga sulit diverifikasi. Dengan metode ini, BPS dapat mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga secara sistematis. Amalia mencontohkan, keluarga yang masuk desil 3 berarti berada pada kelompok ketiga dari sepuluh kelompok kesejahteraan relatif, dan belum tentu memiliki pendapatan yang sama dengan keluarga lain di desil yang sama.
Fungsi desil adalah sebagai alat pemeringkatan yang membantu pemerintah menyalurkan program bantuan secara lebih tepat sasaran. Namun, Amalia mengingatkan bahwa desil bukanlah daftar penerima program, melainkan hanya salah satu dasar pertimbangan. Posisi desil bisa berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga atau karena pemutakhiran data.
Pemutakhiran DTSEN dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk data administrasi, sensus, survei, pengecekan lapangan, dan masukan dari masyarakat. Jika warga menemukan data yang tidak sesuai, mereka dapat mengajukan pembaruan melalui kanal resmi seperti Cek Bansos, SIKS-NG, atau Cek DTSEN. Namun, pengajuan tersebut tidak serta-merta mengubah desil, karena tetap melalui proses penghitungan ulang berdasarkan data dan metode yang berlaku.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)