Bayar Tanpa Kartu dan HP, Mahasiswa UGM Ciptakan Sistem Pembayaran Sidik Jari

Mahasiswa UGM mengembangkan Polpay, sistem pembayaran digital berbasis sidik jari yang terjangkau dan aman. Menggunakan sensor sidik jari terintegrasi EDC, data dienkripsi AES-256 dan dikirim via SSL/TLS. Inovasi ini lolos pendanaan PKM dan akan ditampilkan di PIMNAS November mendatang.

Aug 30, 2026 - 03:46
Updated: 2 months ago
0
Bayar Tanpa Kartu dan HP, Mahasiswa UGM Ciptakan Sistem Pembayaran Sidik Jari
Bayar Tanpa Kartu dan HP, Mahasiswa UGM Ciptakan Sistem Pembayaran Sidik Jari

Yogyakarta – Inovasi di bidang teknologi finansial kembali lahir dari kalangan akademisi. Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan sistem pembayaran digital yang hanya mengandalkan sidik jari, tanpa perlu membawa kartu atau perangkat seluler. Sistem tersebut diberi nama Polpay.

Polpay dikembangkan dengan mengintegrasikan sensor sidik jari ke dalam teknologi Electric Data Capture (EDC). Dengan begitu, pengguna dapat melakukan autentikasi biometrik secara langsung saat bertransaksi, menjadikan proses pembayaran lebih praktis dan efisien.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Polpay. Data biometrik diproses menggunakan teknologi edge computing, kemudian dienkripsi dengan algoritma Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256). Setelah itu, data dikirim ke server melalui protokol SSL/TLS untuk pemrosesan lebih lanjut, memastikan kerahasiaan informasi pengguna tetap terjaga.

Tim pengembang Polpay terdiri dari Tiara Ramadhani sebagai ketua, bersama Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Styanda, dan M. Rakhma Aifil Indira. Tiara menjelaskan bahwa Polpay dihadirkan sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi sejenis yang umumnya membutuhkan infrastruktur berbiaya tinggi.

"Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati pengalaman pembayaran yang lebih praktis dan aman, serta tidak lagi bergantung pada kartu maupun perangkat seluler," ujar Tiara dalam laman resmi UGM, Sabtu (15/8).

Polpay dirancang sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang digagas Bank Indonesia. Ide awal pengembangan muncul karena Indonesia belum memiliki sistem pembayaran berbasis biometrik sidik jari. Namun, perjalanan pengembangan tidak mudah. Al Farabi mengungkapkan tantangan terbesar adalah memastikan seluruh sistem memiliki tingkat keamanan tinggi. "Tantangan utama dalam pembuatan Polpay adalah memastikan seluruh sistem yang ada memiliki tingkat keamanan yang tinggi," tuturnya. Beberapa celah perlindungan data sempat ditemukan dan harus diperbaiki.

Sementara itu, Fakhri menyoroti soal biaya. Polpay diharapkan menjadi sistem pembayaran dengan harga terjangkau, sehingga tim harus mencari solusi agar teknologi edge computing tetap dapat diterapkan secara efisien. "Kami harus memutar otak untuk mencari solusi agar teknologi edge computing yang kami gunakan tetap dapat diterapkan dengan biaya yang terjangkau," jelasnya.

Hingga kini, Polpay telah berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karsa Cipta. Tim juga tengah mempersiapkan diri untuk berlaga di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan diselenggarakan Universitas Diponegoro pada November mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User