AS Dikabarkan Akan Umumkan Kesepakatan Nuklir Sipil dengan Arab Saudi

Pemerintahan AS dikabarkan akan mengumumkan kesepakatan nuklir sipil dengan Arab Saudi pada Rabu (22/7). Kesepakatan 30 tahun itu memungkinkan perusahaan AS membangun fasilitas pengayaan uranium di Saudi jika diperlukan. Namun, sejumlah anggota Kongres dan pejabat Israel menolak karena khawatir program tersebut dialihkan untuk senjata nuklir.

Jul 31, 2026 - 02:18
Updated: 3 months ago
0
AS Dikabarkan Akan Umumkan Kesepakatan Nuklir Sipil dengan Arab Saudi
AS Dikabarkan Akan Umumkan Kesepakatan Nuklir Sipil dengan Arab Saudi

Pemerintahan Amerika Serikat dikabarkan akan mengumumkan kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan Arab Saudi pada Rabu, 22 Juli. Hal ini disampaikan oleh dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada The New York Times. Kesepakatan tersebut akan memberikan kesempatan bagi Riyadh untuk mengembangkan program nuklir untuk tujuan damai.

Pengumuman ini direncanakan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk konflik AS dengan Iran yang bertujuan menghentikan program nuklir negara tersebut. Selain itu, Arab Saudi juga baru-baru ini terlibat ketegangan dengan milisi Houthi di Yaman, yang saling melancarkan serangan udara.

Menurut laporan The Wall Street Journal, salah satu poin penting dalam perjanjian yang berlaku selama 30 tahun ini adalah kemungkinan perusahaan-perusahaan AS membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi. Namun, pembangunan fasilitas tersebut hanya akan dilakukan jika studi bersama menyimpulkan bahwa fasilitas itu memang diperlukan.

Pemerintahan Trump menyatakan bahwa kerja sama ini akan memberikan keuntungan bernilai miliaran dolar bagi industri nuklir Amerika Serikat. Kesepakatan ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.

Meski demikian, rencana ini menuai penolakan dari sejumlah anggota parlemen AS, baik dari Partai Republik maupun Demokrat, serta para pejabat Israel. Mereka khawatir bahwa program nuklir sipil Saudi pada akhirnya dapat dialihkan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Dikutip dari AFP, kesepakatan tersebut diperkirakan akan diajukan ke Kongres dalam beberapa hari ke depan. Namun, perjanjian ini tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk dapat diberlakukan, sehingga dapat segera dieksekusi oleh pemerintah AS.

Kesepakatan ini menjadi sorotan karena berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh. Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pihak Arab Saudi mengenai rencana kerja sama ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User