Alasan Jorge Martin Rela Lepas Keunggulan 1,7 Detik dan Biarkan Marc Marquez Menyalip di Sprint Race Mandalika

Jorge Martin mengaku sengaja membiarkan Marc Marquez menyalipnya di sprint race MotoGP Mandalika 2026 karena terancam penalti tekanan ban. Meski sudah unggul 1,7 detik, ia tak mampu mencapai batas tekanan ban minimum sehingga memilih melepas posisi demi menghindari hukuman delapan detik.

Oct 11, 2026 - 00:01
Updated: 2 days ago
0 0
Alasan Jorge Martin Rela Lepas Keunggulan 1,7 Detik dan Biarkan Marc Marquez Menyalip di Sprint Race Mandalika
Alasan Jorge Martin Rela Lepas Keunggulan 1,7 Detik dan Biarkan Marc Marquez Menyalip di Sprint Race Mandalika

Jorge Martin harus merelakan posisi terdepannya di sprint race MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 setelah dengan sengaja membiarkan Marc Marquez menyalipnya. Padahal, pembalap itu sempat unggul hingga 1,7 detik atas Marquez sebelum insiden tersebut terjadi.

Kejadian bermula ketika balapan menyisakan lima lap. Martin terlihat menoleh ke belakang dan kemudian memperlambat lajunya, memberi jalan kepada Marquez untuk lewat. Setelah itu, ia kembali memacu motornya dengan maksimal, namun posisinya sudah berubah.

Usai balapan, Martin mengungkapkan alasan di balik keputusannya tersebut. Ia mengaku berada dalam ancaman penalti akibat tekanan ban yang tidak memenuhi standar aturan MotoGP. Dalam regulasi, setiap pembalap wajib menjaga tekanan ban depan minimal 1,80 bar dan ban belakang 1,68 bar selama balapan.

"Saya tidak melakukan start yang bagus tetapi ada empat pembalap yang terlibat insiden di tikungan pertama sehingga mudah bagi saya untuk mengambil posisi terdepan," ujar Martin, dikutip dari Crash. "Kemudian saya terus memacu motor, saya bisa membuat selisih yang besar dengan Marc. Dari titik itu, saya hanya berusaha untuk menjaga jarak. Namun kemudian saya menyadari saya dalam ancaman soal tekanan ban."

Martin menjelaskan bahwa ia berusaha keras untuk meningkatkan tekanan ban dengan memacu motor lebih kencang dan menghangatkan ban depan. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. "Saya mencoba untuk lebih memacu motor, mencoba lebih menghangatkan ban depan, namun saya tidak bisa mencapai zona itu. Jadi itulah yang membuat saya harus membiarkan Marc lewat. Dan dari titik itu, segalanya menjadi lebih sulit, bahkan ketika saya mencoba untuk lebih mendekat di lap terakhir," tuturnya.

Pembalap tersebut juga membantah anggapan bahwa posisi start kelima membuatnya kesulitan dan harus berjuang lebih keras sejak awal, yang kemudian berdampak pada tekanan ban. "Tidak, kami tidak pernah bermasalah dengan tekanan ban. Saya tak tahu mengapa hari ini kami bermasalah," tegas Martin.

Sebagai informasi, pelanggaran aturan tekanan ban dapat berujung pada penalti delapan detik bagi pembalap yang terbukti melanggar. Hukuman tersebut tentu sangat merugikan, terutama dalam balapan sprint yang berlangsung singkat. Keputusan Martin untuk melepas posisi demi menghindari penalti menjadi sorotan dalam balapan kali ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User