14 Tahun Berkuasa Akhirnya Runtuh, Mahasiswa Serbia Rebut Kemenangan Pilparlemen
Gerakan mahasiswa dan Gen Z Serbia, Student List, memenangkan pemilihan parlemen versi hitung cepat dan mengakhiri 14 tahun kekuasaan Partai Progresif Serbia pimpinan Aleksandar Vucic. Kemenangan ini lahir dari gelombang demonstrasi dua tahun akibat tragedi kanopi runtuh di Stasiun Novi Sad yang menewaskan 14 orang. Vucic mengakui kekalahan, tetapi menuduh kemenangan lawannya dibantu kekuatan asing.
Gerakan mahasiswa dan Generasi Z di Serbia yang tergabung dalam Student List berhasil memenangkan pemilihan parlemen berdasarkan hasil hitung cepat pada Minggu (25/10). Kemenangan tersebut mengakhiri dominasi Partai Progresif Serbia (SNS) yang telah berkuasa selama 14 tahun di bawah mantan Presiden Aleksandar Vucic.
"Hasil sementara menunjukkan mahasiswa unggul secara meyakinkan di hampir semua tempat pemungutan suara," ujar kandidat Daftar Mahasiswa, Radomir Saicic, di markas gerakan tersebut, seperti dikutip AFP. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini membawa harapan bagi Serbia untuk menjadi negara yang menjunjung keadilan, kebebasan, dan martabat.
Kemenangan itu disambut antusias oleh kalangan muda. Mila Martic, salah satu pendukung, mengaku merasa akhirnya bisa hidup di negara yang bebas. Ribuan warga pun membanjiri jalanan ibu kota untuk merayakan hasil tersebut, dengan klakson kendaraan, yel-yel, dan kembang api mewarnai suasana.
Pemilihan legislatif kali ini diikuti sekitar 6,4 juta warga atau 65 persen dari total penduduk. Ajang ini menjadi salah satu pemilu paling disorot karena berlangsung di tengah demonstrasi berkepanjangan yang mengguncang Serbia sejak 2024.
Tak lama setelah hasil hitung cepat keluar, Vucic mengakui kekalahan partainya hanya dua jam setelah pemungutan suara ditutup. Namun, ia menuduh kemenangan Student List dibantu kekuatan asing. Menurutnya, hasil itu merupakan pengesahan revolusi yang didukung langsung sejumlah negara Eropa dan "negara bayangan" AS yang menentang Presiden Trump.
Vucic dikenal sebagai tokoh sayap kanan dengan kebijakan nasionalis-populis yang mengontrol ketat media guna mempertahankan dominasi partainya. Ia juga mempercepat pemilu yang seharusnya digelar pada 2027 menjadi tahun ini di tengah tekanan politik yang meningkat.
Gelombang demonstrasi bermula dari tragedi runtuhnya kanopi di Stasiun Novi Sad pada 2024 yang menewaskan 14 orang. Aksi solidaritas warga kemudian dibubarkan dengan kekerasan oleh kelompok preman bayaran yang disebut terafiliasi dengan SNS dan polisi, memicu protes lebih luas dari mahasiswa, dosen, hingga masyarakat.
Massa menuntut keadilan bagi korban, akuntabilitas hukum, mundurnya pejabat yang bertanggung jawab, serta pembebasan mahasiswa yang ditangkap. Ketika desakan tak direspons, para pengunjuk rasa mengubah strategi dengan membentuk entitas peserta pemilu untuk menggeser Vucic dari kekuasaan, dan upaya itu kini membuahkan hasil.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)