Rupiah Nyaris Sentuh Titik Terlemah 2026, Siang Ini Bertengger di Rp18.126 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.126 per dolar AS pada Senin (26/10) siang, mendekati titik terlemahnya sepanjang 2026. Tekanan datang dari arus modal keluar yang masih deras di pasar saham domestik serta kenaikan harga minyak dunia. Rupiah sebelumnya sempat menyentuh level Rp18.188 hingga Rp18.196 pada Juni 2026.

Oct 26, 2026 - 08:02
Updated: 10 hours ago
0
Rupiah Nyaris Sentuh Titik Terlemah 2026, Siang Ini Bertengger di Rp18.126 per Dolar AS
Rupiah Nyaris Sentuh Titik Terlemah 2026, Siang Ini Bertengger di Rp18.126 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tekanan pada perdagangan Senin (26/10) siang. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 13.51 WIB, mata uang Garuda berada di level Rp18.126 per dolar AS, atau melemah 44 poin setara 0,24 persen dibandingkan perdagangan pagi hari ini.

Posisi tersebut membawa rupiah semakin dekat dengan level terlemahnya sepanjang 2026. Sebelumnya, rupiah dibuka di level Rp18.085 per dolar AS, melemah 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Catatan menunjukkan rupiah pernah menyentuh level yang lebih lemah pada Juni 2026. Saat itu, rupiah sempat berada di level Rp18.188 dan Rp18.196 per dolar AS pada 8 Juni.

Pengamat pasar mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah salah satunya berasal dari arus modal keluar di pasar saham domestik yang masih berlangsung intensif. Menurutnya, outflow di pasar ekuitas domestik sudah melewati Rp1 triliun hanya pada sesi pertama.

"Outflow yang masih intensif di pasar ekuitas domestik, yang sudah melewati Rp1 triliun hanya di sesi pertama," kata Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/10).

Selain itu, kenaikan harga minyak dunia turut membebani pergerakan mata uang Garuda. "Harga minyak dunia yang masih terus naik juga membebani rupiah," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah pada sisa perdagangan hari ini masih akan diwarnai tekanan dari faktor eksternal maupun domestik. Pelaku pasar mencermati kelanjutan arus modal keluar di pasar saham serta arah harga minyak dunia sebagai penentu arah nilai tukar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User