Polresta Bukittinggi Mulai Operasi Patuh Singgalang, Tujuh Pelanggaran Jadi Sasaran Penindakan
Polresta Bukittinggi menggelar Operasi Patuh Singgalang 2026 pada 26 Oktober hingga 8 November. Minggu pertama diisi sosialisasi dan edukasi, lalu penindakan berupa tilang. Ada tujuh pelanggaran prioritas, mulai dari pengendara di bawah umur, melawan arus, tidak memakai helm SNI, menggunakan HP saat berkendara, berboncengan lebih dari satu orang, berkendara di bawah pengaruh alkohol atau zat terlarang, hingga knalpot brong.
Satlantas Polresta Bukittinggi resmi menjalankan Operasi Patuh Singgalang 2026 yang berlangsung sejak 26 Oktober hingga 8 November. Operasi ini menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas yang dinilai paling berisiko memicu kecelakaan di wilayah Bukittinggi.
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP Irsyad Fathur Rahman, menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi dibagi dalam dua pendekatan. Pada minggu pertama, petugas lebih dulu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Setelah itu, barulah penindakan berupa penilangan diterapkan kepada para pelanggar.
"Minggu pertama kita akan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Ada tujuh jenis pelanggaran jadi prioritas kita. Setelah dilakukan sosialisasi dan pembinaan, kita akan tindak berupa penilangan terhadap pelanggar," kata Irsyad, Senin (26/10/2026).
Adapun tujuh pelanggaran yang menjadi prioritas dalam Operasi Patuh Singgalang kali ini adalah pengendara di bawah umur atau tidak memiliki SIM, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta menggunakan ponsel saat berkendara. Selain itu, petugas juga memfokuskan pengawasan pada pengendara yang berboncengan lebih dari satu orang, berkendara dalam pengaruh alkohol atau zat terlarang, dan penggunaan knalpot brong.
Menurut Irsyad, rangkaian penindakan tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan pengendara sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang masuk daftar prioritas akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Penggunaan helm menjadi salah satu perhatian utama dalam operasi ini. Irsyad menyebut perlengkapan keselamatan itu berperan besar dalam mengurangi risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan. Sejumlah peristiwa kecelakaan di Bukittinggi, menurutnya, menunjukkan pentingnya helm untuk melindungi pengendara dari benturan yang berpotensi menyebabkan luka fatal.
"Penggunaan helm menjadi salah satu prioritas karena beberapa kali terbukti menyelamatkan pengendara yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Bukittinggi dari cedera yang lebih fatal," ujarnya.
Dengan adanya sosialisasi pada pekan pertama, masyarakat diharapkan lebih dulu memahami aturan sebelum penindakan dilakukan. Polresta Bukittinggi pun mengimbau pengendara untuk melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas selama operasi berlangsung.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)