Warga Palestina Periksa Kerusakan di Deir Al Balah Akibat Serangan Israel

Serangan Israel di Deir Al Balah, Gaza, pada 28 Juli 2026 menghancurkan rumah warga dan sebuah masjid. Otoritas Gaza mencatat 1.050 masjid hancur sejak perang Oktober 2023, dan 1.007 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober 2025.

Aug 9, 2026 - 02:18
Aug 9, 2026 - 02:18
 0
Warga Palestina Periksa Kerusakan di Deir Al Balah Akibat Serangan Israel
Warga Palestina Periksa Kerusakan di Deir Al Balah Akibat Serangan Israel

Warga Palestina di Deir Al Balah, Gaza, terlihat memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel pada Selasa, 28 Juli 2026. Serangan tersebut terjadi setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk wilayah tersebut.

Serangan ini dilaporkan menghancurkan sejumlah rumah warga serta sebuah masjid di kawasan Deir Al Balah. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa dalam insiden terbaru ini.

Otoritas Gaza mencatat bahwa sejak perang dimulai pada Oktober 2023, sedikitnya 1.050 masjid telah hancur akibat serangan Israel. Angka ini menunjukkan dampak besar konflik terhadap infrastruktur keagamaan di wilayah kantong Palestina tersebut.

Selain itu, data dari otoritas setempat menyebutkan bahwa 1.007 warga Palestina tewas di Gaza sejak pengumuman gencatan senjata pada Oktober 2025. Angka ini menandakan bahwa kekerasan masih terus berlanjut meskipun telah ada upaya penghentian tembakan.

Serangan di Deir Al Balah menjadi bagian dari rangkaian operasi militer Israel yang masih berlangsung di berbagai wilayah Gaza. Warga sipil kerap menjadi korban, dan kerusakan infrastruktur semakin meluas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari militer Israel mengenai insiden di Deir Al Balah. Situasi di lapangan masih tegang, dan warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari reruntuhan.

Konflik berkepanjangan ini terus menimbulkan penderitaan bagi warga sipil Palestina, dengan kerusakan yang meluas dan korban jiwa yang terus bertambah. Komunitas internasional berulang kali menyerukan penghentian kekerasan, namun serangan masih terjadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0