BP Rencanakan PHK 700 Pekerja Non-Frontline untuk Efisiensi

Perusahaan migas Inggris, BP, berencana memutus hubungan kerja sekitar 700 pekerja non-frontline di seluruh dunia sebagai bagian dari upaya penyederhanaan organisasi dan peningkatan profitabilitas. PHK ini berdampak pada 8% dari 8.500 posisi non-frontline, sementara posisi frontline seperti operator dan teknisi tidak terpengaruh signifikan. Langkah ini sejalan dengan strategi BP untuk fokus pada bisnis inti minyak dan gas serta mengurangi investasi di energi terbarukan.

Aug 9, 2026 - 02:18
Aug 9, 2026 - 02:18
 0
BP Rencanakan PHK 700 Pekerja Non-Frontline untuk Efisiensi
BP Rencanakan PHK 700 Pekerja Non-Frontline untuk Efisiensi

Perusahaan migas asal Inggris, BP, mengumumkan rencana untuk memberhentikan sekitar 700 pekerja non-frontline di seluruh dunia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menyederhanakan organisasi, meningkatkan profitabilitas, dan memperkuat bisnis inti minyak dan gas. Rencana tersebut disampaikan melalui surat elektronik internal perusahaan pada Kamis, 30 Juli.

Pemangkasan ini akan berdampak pada sekitar 8 persen dari total 8.500 posisi non-frontline yang berada di bawah unit produksi dan operasional. BP memastikan bahwa posisi frontline seperti operator, teknisi, dan petugas pemeliharaan tidak akan mengalami perubahan signifikan. Dalam surat elektronik tersebut, BP menyatakan bahwa jika posisi terdampak, peran tersebut mungkin tidak ada lagi dalam organisasi baru, berubah secara material, atau dipindahkan ke bagian lain.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi BP untuk menyederhanakan operasional di tengah upaya menekan utang, meningkatkan laba, dan memperbesar imbal hasil bagi pemegang saham. Perusahaan juga tengah memfokuskan kembali bisnisnya pada sektor minyak dan gas setelah mengurangi investasi di bidang energi terbarukan.

Sejak Meg O'Neill menjabat sebagai CEO pada April lalu, BP telah merombak struktur organisasinya dari tiga menjadi dua segmen bisnis, yaitu upstream dan downstream. Struktur baru tersebut mulai berlaku pada awal bulan ini. Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, BP mempekerjakan sekitar 93.700 orang di 61 negara hingga akhir 2025.

Juru bicara BP membenarkan bahwa perusahaan tengah mengusulkan perubahan organisasi yang berpotensi mengurangi jumlah pekerja, meskipun tidak mengonfirmasi angka 700 posisi tersebut. "Kami sedang membangun BP yang lebih sederhana, lebih kuat, dan lebih bernilai. Sebagai bagian dari proses ini, kami mengusulkan perubahan yang akan mengakibatkan pengurangan sejumlah posisi," ujar juru bicara BP kepada Reuters.

Sebelumnya, media industri energi Upstream Online lebih dulu melaporkan rencana pemangkasan tenaga kerja tersebut. Rencana PHK ini menjadi bagian dari transformasi besar yang dilakukan BP untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis utama di tengah dinamika industri energi global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0