Wamentan Alim Soroti Anomali Harga Pangan, Ekspor Harus Bikin Petani Untung

Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet menegaskan ekspor pangan harus memberi manfaat nyata bagi petani, bukan sekadar menaikkan nilai perdagangan. Ia menyoroti anomali harga saat pasokan melimpah tetapi harga di tingkat petani jatuh, sementara harga konsumen tetap tinggi. Pemerintah mendorong pendampingan petani, hilirisasi, dan penguatan tata niaga agar manfaat ekonomi lebih merata.

Oct 30, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0
Wamentan Alim Soroti Anomali Harga Pangan, Ekspor Harus Bikin Petani Untung
Wamentan Alim Soroti Anomali Harga Pangan, Ekspor Harus Bikin Petani Untung

Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet menekankan bahwa penguatan ekspor pangan tidak boleh berhenti pada peningkatan nilai perdagangan nasional. Menurutnya, keberhasilan ekspor harus berdampak langsung pada pendapatan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

Pernyataan itu disampaikan Alim dalam Special Event 2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor untuk Rakyat di Jakarta, Selasa (27/10). Ia menilai capaian ekspor merupakan hal positif yang perlu dijaga, tetapi pembukaan pasar yang lebih luas harus disertai upaya memastikan petani ikut menikmati manfaatnya.

"Ekspor harus memberikan dampak nyata terhadap pendapatan petani. Karena itu, petani perlu didampingi agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar yang dipersyaratkan pasar ekspor," ujar Alim.

Ia menjelaskan, perluasan pasar ekspor harus berjalan seiring penguatan produksi dari hulu hingga hilir. Peningkatan kualitas hasil pertanian, konsistensi pasokan, pemenuhan standar mutu, serta pengolahan produk menjadi faktor penting agar komoditas Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Alim juga menyoroti pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Dengan mengembangkan produk olahan dan memperbaiki kualitas hasil produksi, petani berpeluang memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dibandingkan menjual produk dalam bentuk bahan mentah.

Selain itu, ia menyoroti anomali harga pada sejumlah komoditas, yakni kondisi ketika pasokan melimpah tetapi harga di tingkat petani justru turun, sementara harga yang dibayarkan konsumen tetap tinggi. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya persoalan dalam tata niaga yang harus dibenahi bersama.

"Anomali terjadi ketika produksi petani melimpah tapi harga di tingkat petani justru jatuh, sementara harga di tingkat konsumen tetap tinggi. Ini menunjukkan adanya persoalan dalam tata niaga yang harus kita benahi bersama," kata Alim.

Karena itu, pengawasan distribusi dan perdagangan perlu diperkuat agar rantai pasok lebih efisien, kesenjangan harga dapat ditekan, dan manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada mata rantai perdagangan tertentu. Pemerintah, lanjut Alim, berupaya menangani penyimpangan tata niaga pangan melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum.

Alim menegaskan, keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri dan pengembangan pasar internasional tetap menjadi bagian penting. Ia berharap kerja keras di sektor pertanian, kolaborasi, dan kebijakan yang tepat dapat memperkuat produksi, mengembangkan ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User